Yamaha NMax

Wisata Majalengka Butuh Investor

  Sabtu, 09 Maret 2019   Erika Lia
Kompleks Keraton Kasepuhan Cirebon. (taufikueks)

MAJALENGKA, AYOBANDUNG.COM -- Pariwisata di Kabupaten Majalengka belum tergarap optimal, sehingga masih butuh campur tangan investor. Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Majalengka, Maman Sutiman mengungkapkan sektor pariwisata belum memberi sumbangsih signifikan pada pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Majalengka.

Padahal, potensi wisata daerah berjuluk kota angin ini terbilang besar, khususnya wisata alam. "Destinasi wisata di Majalengka luar biasa, bahkan dikenal sebagai daerah 1.000 curug saking banyaknya curug. Tapi semua itu belum tergali optimal," katanya.

Terlebih, Majalengka kini tengah menjadi salah satu pusat pengembangan ekonomi di wilayah timur Jawa Barat. Dengan potensi yang luar biasa, Majalengka dinilai sangat membutuhkan investor.

Menurutnya, sampai kini, nyaris seluruh destinasi wisata di Majalengka masih dikelola kelompok-kelompok masyarakat setempat. Sehingga, pengembangannya belum tergarap optimal.

"Baru satu destinasi wisata yang digarap pihak swasta. Sementara destinasi wisata lainnya masih digarap kelompok masyarakat, karang taruna, maupun pihak desa," tuturnya.

Destinasi wisata di Kabupaten Majalengka rata-rata membutuhkan fasilitas-fasilitas penunjang. Infrastruktur dalam hal ini menjadi hal terpenting dalam upaya pengembangan pariwisata di Majalengka.

Namun begitu, di antara sekian banyak destinasi wisata di Majalengka, satu di antaranya yakni Panyaweuyan di Kecamatan Argapura. Lanskap berupa terasering di kaki Gunung Ciremai ini rencananya menjadi salah satu target pengembangan pariwisata Pemerintah Provinsi Jabar.

"Pemprov Jabar akan membantu pengembangan Panyaweuyan dengan mengalokasikan anggaran sekitar Rp5 miliar pada tahun ini," ujarnya.

Pengembangan di Panyaweuyan, secara garis besar berfokus pada penataan dan pelebaran jalan menuju lokasi. Selain Panyaweuyan, di tahun sama, Pemprov Jabar juga merencanakan revitalisasi Alun-alun Majalengka dengan alokasi anggaran sekitar Rp18 miliar.

Maman menilai, seluruh potensi Majalengka harus dipromosikan secara intens untuk menggenjot pemasarannya. Tak hanya di tingkat nasional, potensi Majalengka dipandangnya layak pula dilirik investor internasional.

"Majalengka sekarang sedang menggeliat, terutama dengan adanya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati. Dampak ekonominya pun akan besar," ungkapnya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar