bank bjb
  
Yamaha

Pameran Seni Rupa Alumni ITB, Upaya Kembalikan Karakter Lembut Bangsa

  Sabtu, 16 Maret 2019   Erika Lia
Pameran Seni Rupa Alumni ITB, Upaya Kembalikan Karakter Lembut Bangsa
Seorang pecinta seni mengamati karya seni rupa dalam Pameran Integrated Art yang digelar IASR ITB bersama puluhan seniman Cirebon, di Gedung Negara, Kota Cirebon, pada 16-30 Maret 2019. (ayocirebon.com/Erika)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM--Mengembalikan karakter lembut masyarakat, pameran seni bertajuk Integrated Art digelar Ikatan Alumni Seni Rupa (IASR) Institut Teknologi Bandung (ITB) selama 14 hari di Gedung Negara, Kota Cirebon.

Dibuka Sabtu (16/3/2019), pameran akan berlangsung hingga 30 Maret mendatang. Diikuti 95 seniman, baik alumni seni rupa ITB maupun seniman se-Wilayah Ciayumajakuning, lebih dari 100 karya seni rupa ditampilkan.

"Ada seni lukis, drawing, maupun grafis," kata Ketua IASR ITB, Anwar Sanusi ditemui Ayocirebon.com sebelum pembukaan.

Kegiatan itu merupakan kali ketiga yang digelar setiap tahun oleh IASR. Namun, pameran kali ini adalah yang pertama dipertunjukkan di daerah luar Bandung.

Selain mengenalkan alumni IASR, pameran tersebut sebagai salah satu rangkaian peringatan seabad ITB. Puncaknya peringatan hari jadi sendiri diagendakan pada 2020.

"Kehadiran kami untuk memotivasi masyarakat, terutama industri kreatif," tuturnya.

Industri kreatif, lanjut dia, merupakan salah satu komponen dari kekataan budaya dan trafisi Indonesia. Menurutnya, banyak yang bisa digali untuk menghasilkan produk industri kreatif, salah satunya berinovasi dengan latar belakang yang dimiliki masing-masing masyarakat.

Hasil inovasi dengan background budaya sejatinya akan membuat suatu bangsa tak kehilangan jati diri. Dalam konteks kondisi saat ini, masyarakat harus dikembalikan pada karakter bangsa yang lembut.

"Kami prihatin dengan situasi saat ini, masyarakat digempur media-media bermateri provokatif, terutama pada tahun politik ini. Masyarakat harus dikembalikan pada kepribadian bangsa yang ramah dan santun," paparnya menyampaikan maksud lain pameran tersebut.

Mengamati potensi industri kreatif di Indonesia, dia mengingatkan, pemerintah harus mendorong pertumbuhan dan perkembangannya. Kekayaan budaya yang melatari industri kreatif, dipandang berpotensi menjadikan Indonesia kuat dan mampu berdaya saing dengan dunia internasional.

Bersamaan pameran seni rupa, sejumlah kegiatan lain juga digelar, di antaranya workshop, dialog budaya, festival tari topeng, pasar kreatif, dan lomba gambar tingkat TK hingga SMA.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar