bank bjb
  

40 Prajurit TNI Korem 063/SGJ Dites Urin Narkoba

  Selasa, 26 Maret 2019   Erika Lia
40 Prajurit TNI Korem 063/SGJ Dites Urin Narkoba
Prajurit TNI di lingkungan Korem 063/SGJ menjalani tes urin narkoba di Makorem setempat di Kota Cirebon, Selasa (26/3/2019). (ayocorebon.com/Erika)
KESAMBI, AYOCIREBON.COM--Tes urin narkoba secara mendadak diberlakukan bagi 40 prajurit TNI di lingkungan Korem 063/Sunan Gunung Jati (SGJ), Selasa (25/3/2019).
 
Selain prajurit, tes urin diberlakukan bagi sepuluh pegawai negeri sipil (PNS) yang bertugas di Makorem 063/SGJ, Kota Cirebon. Tes tersebut dalam rangka pemberantasan, pencegahan, dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan tentara.
 
"Total 50 orang di lingkungan Makorem 063/SGJ yang harus menjalani tes urin tahap pertama ini," kata Komandan Korem 063/SGJ Kolonel Arm Maryudi.
 
Pelaksanaan tes urin merupakan kerjasama Korem dengan BNN Kota Cirebon. Hingga rampung, seluruh anggota Makorem 063/SGJ dinyatakan negatif.
 
Tes urin, diklaimnya sebagai bentuk komitmen TNI dalam memerangi penyalahgunaan narkoba. Dia menjamin, anggotanya yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, baik sebagai pengguna maupun pengedar akan dijatuhi hukuman terberat berupa pemberhetian dinas dengan tidak terhormat atau dipecat.
 
Menurutnya, sampai kini belum satu pun negara yang mampu menangani penyalahgunaan narkoba dengan baik. Padahal, narkoba telah menjadi salah satu permasalahan global yang selalu menjadi perhatian serius negara-negara di seluruh dunia.
 
"Penyalahgunaan narkoba cenderung meningkat, baik secara kualitas maupun kuantitas. Jajaran Korem 063/SGJ beserta kodim menyatakan perang terhadap penyalahgunaan narkoba," tegasnya.
 
Kasi Intelijen Korem 063/SGJ Letkol Inf Dikdik Sadikin menambahkan, permasalahan narkoba di Indonesia sendiri telah memasuki fase darurat. Permasalahan narkoba yang kronis ini terlihat dari jumlah penyalahgunaan narkoba di Indonesia yang mencapai lebih dari 4 juta jiwa.
 
"Mereka bukan hanya dari kalangan dewasa, tapi juga kalangan remaja dan anak-anak. Mereka juga bukan hanya dari kalangan masyarakat berpendidikan rendah, melainkan telah meracuni kalangan masyarakat berpendidikan tinggi," tuturnya.
 
Pihaknya menjanjikan, kegiatan semacam itu akan dilaksanakan rutin, dengan waktu yang dirahasiakan.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar