Yamaha

Penjualan Tiket Mudik KA Di Bawah 50%

  Rabu, 27 Maret 2019   Erika Lia
Kereta Api. (Irfan Al-Faritsi/Ayobandung.com)

INDRAMAYU, AYOCIREBON.COM--Tiket mudik lebaran kereta api sudah terjual sekitar 40% sejak penjualannya dibuka PT KAI Februari lalu. Sebagai persiapan angkutan mudik lebaran dan Pemilu 2019, didirikan pula klinik kesehatan di stasiun-stasiun besar.

Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro menyebutkan, sejak membuka penjualan tiket lebaran pada 25 Februari 2019, aktivitas pembelian terhitung tinggi. Meski lebaran diagendakan Juni nanti, hingga kini penjualan tiket lebaran kereta api berkisar 36-40% hingga kini.

"Kalau secara menyeluruh, bolak-balik ya (mudik-balik), tiket yang sudah terjual sekitar 36-40%," ucapnya seusai meresmikan Klinik Mediska Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Rabu (27/3/2019).

AYO BACA : Tiket KA Angkutan Lebaran Sudah Bisa Dipesan

Meski begitu, imbuhnya, saat ini diprediksi persentase penjualan tiket mudik lebaran tergolong sulit. Pihaknya masih perlu melakukan pengkajian ketersediaan tempat duduk untuk angkutan lebaran nanti, termasuk pengoperasian kereta api tambahan.

Pihaknya memprediksi, lonjakan penumpang mudik lebaran tahun ini tak jauh berbeda dengan musim mudik sebelumnya. Menurutnya, lonjakan terjadi karena ada penambahan sarana.

"Lonjakan terjadi karena ada penambahan sarana. Saat ini, tambahannya kan belum final, kemungkinan sekitar 5% seperti tahun lalu," tuturnya.

AYO BACA : Tiket KA Lebaran Diluncurkan, Ini Harapan Calon Penumpang Kereta Api

Sementara itu, Klinik Mediska yang diresmikan hari itu diakuinya bagian dari persiapan angkutan mudik lebaran. Tak hanya angkutan mudik, layanan kesehatan ini juga disiapkan dalam rangka Pemilu 2019.

"Pada 17 April nanti juga bisa digunakan karena banyak yang balik kampung untuk memilih," ujarnya.

Klinik itu merupakan layanan kesehatan PT KAI untuk masyarakat. Dia menyebutkan, total Klinik Mediska sampai kini sudah mencapai 55 unit.

Menurutnya, pelayanan KAI tak hanya fokus pada angkutan penumpang, melainkan pula pada pelayanan kesehatan. Dia berjanji, pihaknya akan terus membangun pelayanan kesehatan di sembilan daerah operasi (daop) se-Jawa.

"Yang paling utama pembangunan klinik di stasiun-stasiun besar karena penumpangnya padat," cetusnya.

Dia mengungkapkan, selama satu tahun PT KAI melayani  sedikitnya 425 juta penumpang. Karenanya, perlu ada pelayanan kesehatan di lingkungan stasiun, baik bagi untuk penumpang maupun masyarakat umum.

AYO BACA : 5 Fitur Traveloka Jadikan Mudik Naik Kereta ke Bandung Semakin Mudah


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar