Yamaha

SMK Pakungwati, Satu-satunya Sekolah Seni di Kota Cirebon

  Jumat, 12 April 2019   Erika Lia
Sejumlah siswa SMK Pakungwati, Kota Cirebon, berlatih menari. Sekolah ini merupakan satu-satunya sekolah menengah atas yang fokus pada bidang seni, di samping mata pelajaran wajib lain yang ditambah ilmu kewirausahaan. (Erika Lia/ayocirebon).

KESAMBI, AYOCIREBON.COM--SMK Pakungwati merupakan satu-satunya sekolah yang mengajarkan kesenian di Kota Cirebon. Ironisnya, sekalipun daerah ini diproyeksikan sebagai kota budaya, peminat sekolah ini sangat rendah.

SMK Pakungwati berlokasi tak jauh dari salah satu destinasi wisata di Kota Cirebon, Taman Air Goa Sunyaragi, Kecamatan Kesambi. Sekolah ini hanya memiliki satu bangunan yang terdiri dari beberapa ruangan saja.

Salah satu ruangan itu, dipisahkan menggunakan kayu triplek, difungsikan sebagai ruang latihan menari, satu-satunya muatan lokal yang diajarkan di sekolah itu. yang Secara keseluruhan, SMK ini hampir jauh dari kesan sekolah, bila performa cat luar bangunan tak mewakili itu.

Sekolah yang terbilang sangat sederhana itu kini diketahui hanya memiliki 18 siswa, mulai kelas 10 hingga kelas 12. Dulu, di awal pendiriannya pada 1991, SMK Pakungwati pernah merasakan kejayaan ketika setiap kelas dihuni 40 siswa.

"Tahun ajaran lalu hanya 13 siswa, saat ini 18 siswa," ungkap Kepala SMK Pakungwati, Yovita Adriani.

Meski tahun ini tampak ada penambahan siswa, imbuh dia, nyatanya jumlah siswa tidaklah mengalami perkembangan. Kondisi itu terjadi karena hanya beberapa siswa saja yang masuk di tahun ajaran 2018.

Untuk tahun ini, pihaknya belum bisa memastikan jumlah siswa yang akan bertahan. Namun begitu, pihaknya tak berhenti mengupayakan penambahan siswa dengan mempromosikan SMK Pakungwati melalui sejumlah event yang diikuti para siswanya.

"Ini satu-satunya sekolah seni di Kota Cirebon. Memang, setiap tahun ajaran baru kami selalu khawatir tidak ada siswa yang mendaftar," ungkapnya.

Sebagai satu-satunya sekolah seni, jelasnya, SMK Pakungwati fokus pada bidang ini, terutama seni tari sebagai satu jurusan andalan. Tari Cirebon menjadi tarian yang diajarkan di sekolah ini.

Menurutnya, tak jarang ada siswa yang memilih keluar di tengah proses belajar. Dia menduga kemungkinan tindakan itu karena siswa bersangkutan tak betah bersekolah di sana.

Tak jarang pula, kekurangan siswa yang dialami SMK Pakuwangti karena orang tua yang tak menyetujui, sekalipun sang anak menginginkannya. Tak sedikit orang tua yang meragukan peluang bekerja yang akan diperoleh sang anak saat lulus dari sekolah itu kelak.

"Padahal, belum lulus saja, siswa sini sudah banyak menerima permintaan mengisi acara, seperti dalam hajatan, event-event tertentu di Keraton Kasepuhan, dan lainnya. Di Keraton Kasepuhan, kami malah rutin tampil sebulan sekali," paparnya.

Namun begitu, dia mengaku tak bisa menyalahkan kekhawatiran para orang tua yang mengharapkan masa depan cerah bagi sang anak. Meski, tambah dia, sebenarnya lulusan SMK Pakuwangti masih tetap bisa melanjutkan pendidikan ke yang lebih tinggi, salah satunya perguruan tinggi seni seperti IKJ atau ISI.

Terlebih, selain menari, siswa sekolah ini pun diajarkan ilmu kewirausahaan, salah satunya membuat aksesori untuk pertunjukan tari. Di luar itu, mata pelajaran lain pada umumnya tetap diberikan, seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, matematika, dan mata pelajaran wajib lain.

 


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar