bank bjb
  

Cegah Arus Mudik Macet, Penjabat Bupati Cirebon Wacanakan Larangan On Street Parking

  Sabtu, 11 Mei 2019   Erika Lia
Cegah Arus Mudik Macet, Penjabat Bupati Cirebon Wacanakan Larangan On Street Parking
Penjabat Bupati Cirebon, Dicky Saromi
SUMBER, AYOCIREBON.COM--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon dimungkinkan memberlakukan larangan parkir pada bahu jalan (on street parking) sebagai antisipasi kemacetan lalu lintas kala musim mudik dan balik nanti.
 
Penjabat Bupati Cirebon, Dicky Saromi mengungkapkan, kemacetan-kemacetan signifikan terutama berpotensi terjadi pada H+2 Idulfitri. Potensi itu terjadi akibat percampuran arus pemudik dengan pelancong yang hendak berwisata.
 
Pihaknya terutama menaruh perhatian pada potensi kemacetan di sepanjang jalur pantura Kabupaten Cirebon, yang dimulai dari Pintu Keluar Tol (Exit Tol) Plumbon. Jalur pantura di kawasan Plumbon itu menyatu dengan akses kawasan wisata batik Trusmi dan wisata kuliner empal di kawasan Plered, Tengahtani, hingga Tuparev yang selanjutnya mengarah ke wilayah administratif Kota Cirebon.
 
"Kami usahakan hindari on street parking," cetus Dicky.
 
Kebijakan on street parking, katanya, akan dikomunikasikan instansi terkait yakni Dinas Perhubungan (Dishub) kepada para pelaku usaha di sepanjang jalan-jalan tersebut. Dia berharap, para pelaku usaha memberlakukan off street parking, sedangkan untuk hal-hal tertentu dilakukan secara drop off.
 
Di sisi lain, pihaknya juga tengah mencari kantong-kantong parkir di sekitar kawasan wisata mulai Trusmi hingga Tuparev. Sejauh ini, baru area Pasar Batik Trusmi yang memenuhi syarat sebagai salah satu kantong parkir.
 
"Dengan kantong-kantong parkir yang disediakan, ruang jalan di sekitar jalur pantura Kabupaten Cirebon tak termakan kendaraan seperti mobil dan kegiatan lainnya," terag Dicky yang juga Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Provinsi Jawa Barat ini.
 
Selain kebijakan off street parking, dia juga mengaku telah memanggil Dishub agar memecah arus lalu lintas mulai dari Exit Tol Plumbon. Menurutnya, traffic management yang di antaranya meliputi pengalihan arus kendaraan, sebagai antisipasi kemacetan signifikan harus dilakukan sejak sekarang.
 
Jalur-jalur alternatif pun otomatis lebih dihidupkan untuk meminimalisir beban jalur utama. Selain Exit Tol Plumbon, Exit Tol Ciperna serta jalur Ciperna-Beber yang mengarah ke Kabupaten Kuningan juga menjadi perhatian pihaknya.
 
Lazimnya, pada masa libur Lebaran, Kabupaten Kuningan pun menjadi incaran para pelancong yang hendak merasakan wisata alam pegunungan dengan keberadaan Gunung Ciremainya. Selain Kuningan, kaki Gunung Ciremai yang pula menjuntai hingga Kabupaten Majalengka menjadikan daerah berjuluk kota angin ini sebagai salah satu destinasi wisata.
 
"Penanganan potensi kemacetan bisa jadi situasional. Pemasangan water barrier atau traffic cone di tempat-tempat tertentu bisa menjadi salah satu upayanya," tandasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar