Yamaha NMax

Setelah Dilantik, Sunjaya Mendekam di Rutan Kebon Waru

  Jumat, 17 Mei 2019   Nur Khansa Ranawati
Bupati Cirebon nonaktif Sunjaya Purwadisastra dikawal petugas usai pelantikan Bupati Cirebon dan Wakil Bupati Cirebon Masa Jabatan 2019-2024 di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (17/5/2019). (Irfan Alfaritsi)

BANDUNG, AYOCIREBON.COM--Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil melantik terdakwa kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Pemda Kabupaten Cirebon, Sunjaya Purwadisastra sebagai Bupati Cirebon masa jabatan 2019-2024 di Aula Barat Gedung Sate, Jumat (17/5/2019). Namun, tak berselang lama, Sunjaya kemudian diberhentikan sementara dari jabatannya yang baru disahkan selama beberapa menit tersebut.

Hal ini berkaitan dengan status Sunjaya sebagai terdakwa. Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil mengatakan, pelantikan ini dijalankan sesuai dengan ketentuan Kementrian Dalam Negeri yang dikonsultasikan dengan KPK.

"Tidak boleh ada kekosongan kekuasaan, maka ada penjabat dulu yaitu Pak Dicky (Dicky Saromi eks. Pjs Bupati Cirebon), kemudian saat waktunya memadai, maka hak politik Pak Sunjaya diberikan dulu, tapi setelah itu diberhentikan untuk melaksanakan proses yang berlaku," jelasnya ketika ditemui seusai pelantikan.

Seusai diberhentikan sementara sebagai Bupati Cirebon, siang harinya Sunjaya kembali mendekam di rutan Kebon Waru Bandung untuk melanjutkan proses hukukmnya yang masih berlangsung. Wakil Bupati Cirebon, Imron Rosyadi kini berstatus sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cirebon.

"Setelah ini ada prosedur lagi, kalau (Sunjaya) terbukti bersalah, maka Plt ini harus dilantik lagi menjadi Bupati Cirebon," tambah Emil.

Namun, bila Sunjaya dinyatakan tidak bersalah, maka status pemberhentian sementaranya akan dicabut dan dirinya kembali menjabat sebagai bupati.

"Ini sebenarnya bukan hal pertama yang dilakukan, di daerah lain juga ada. Protap-nya sudah seperti itu," ungkap Kabiro Pemerintahan dan Kerjasama Pemprov Jabar, Dani Ramdan.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar