Yamaha NMax

Musik Intrumental Bernuansa Gelap Iringi Promo Film Jangan Sendirian

  Selasa, 21 Mei 2019   Erika Lia
Aktor senior Indonesia, Robby Sugara, ambil bagian dalam film thriller horor Jangan Sendirian. Sebuah musik instrumental bernuansa gelap mengiringi promo film yang trailernya diagendakan muncul Juni mendatang. (Istimewa). --------- Artikel ini sudah Terbit di AyoBandung.com, dengan Judul Musik Intrumental Bernuansa Gelap Iringi Promo Film Jangan Sendirian, pada URL https://www.ayobandung.com/read/2019/05/21/52962/musik-intrumental-bernuansa-gelap-iringi-promo-film-jangan-sendirian Penulis: Erika Lia Edit

WERU, AYOCIREBON.COM--Sebuah musik intrumental bernuansa gelap mengiringi promo trailler filmĀ  horor "Jangan Sendirian. Mukadimah sebelum pemunculannya di layar bioskop se-tanah air.

Trailer film yang dibintangi pula aktor senior Robby Sugara serta sejumlah pemeran milenial ini, diagendakan diluncurkan Juni 2019. Namun, penayangan film sendiri dimungkinkan Juli atau Agustus mendatang.

Sebelum kemunculan trailernya, sebuah musik berinstrumen piano menghiasi jagat maya, salah satunya melalui youtube. Dibuka dengan judul Jangan Sendirian, musik yang dikomposeri Aji Fauzi dan Tanissa Arsy Fauzi itu bernuansa gelap, baik tampilan maupun kesan yang dimunculkannya.

"Musik itu berasa seperti ratapan, keheningan, kesedihan, sepi dan jauh dari keramaian, rintihan, kesendirian," ungkap sang komposer sekaligus Produser Eksekutif Adglow Pictures, Aji Fauzi, kepada Ayocirebon.com.

Sejumlah elemen menghiasi perjalanan musik, sejak awal hingga akhir. Diawali elemen air yang tampak mengalir di atas permukaan kaca, yang menurut Aji, menggambarkan kegetiran dan kedinginan jiwa yang sendirian. Air itu juga mewakili kesedihan yang mendalam.

Elemen asap yang menyusul kemudian melambangkan kehampaan, ketidakpastian, dan kengerian jiwa. Menurut Aji, asap sengaja dimunculkan sebagai salah satu elemen yang menggambarkan pesimisme sekaligus kekosongan.

Berkebalikan dengan dua elemen yang muncul di awal, elemen terakhir berupa serpihan sinar yang beterbangan, melambangkan harapan, kecerahan, kebersamaan, serta optimisme yang dirasakan bersama.

"Semuanya terangkai dalam harmoni melodi yang memainkan perasaan dalam sebuah irama yang indah dalam sebuah genre instrumen piano romantic mysteri," ungkapnya.

Dibutuhkan waktu setidaknya tiga bulan bagi Aji dan sang anak, Tanissa, untuk menciptakan musik yang menjadi karya pertamanya untuk sebuah film layar lebar. Aji mengatakan, sengaja memilih piano karena menilai suara yang dihasilkan alat musik ini lebih dalam, sesuai nuansa yang hendak dihadirkan pada film Jangan Sendirian.

Bagi Aji, piano memiliki chord-chord yang tak dipunyai alat musik lain. Dirinya merasa bisa lebih leluasa memainkan nada mayor dan minor, mengingat nada oktaf pada piano pun bisa lebih tinggi. Piano membuatnya bisa mengeksplorasi musik dengan cita rasa romantik maupun misteri, bahkan secara bersamaan.

"Masing-masing orang punya preferensi sendiri dengan alat musik. Semua alat musikĀ  mempunyai cita rasanya sendiri, tergantung seniman yang memainkannya. Bagi saya piano adalah pilihan yang pas untuk membangun suasana dan perasaan di dalam sebuah film," paparnya.

Selain musik instrumental ciptaan Aji, film Jangan Sendirian juga akan diisi sejumlah soundtrack lain, termasuk karya Eross Sheila On 7. Film Jangan Sendirian diklaim berbeda dengan film sejenis lain, yang khususnya terletak pada unsur klenik yang dihadirkan.

Aji mengungkapkan, film yang disutradarai x-Jo ini bukan mengusung hantu klasik biasa, melainkan beberapa sosok iblis (imajiner) yang akan meneror para tokoh dengan suasana keseraman, kengerian, dan histeria.

"Jika film horor klasik ceritanya mudah ditebak, film Jangan Sendirian berjenis thriller horor ini akan dipenuhi kejutan demi kejutan, nuansa horor yang mencekam, dan tak mudah ditebak alur ceritanya," bebernya.

Film yang diproduksi Lensadewa Sinema dan Adglow Pictures dengan dukungan Double Tree Film itu, memanfaatkan teknologi canggih Computer Generated Imagery (CGI) dalam proses editingnya. Menarget 1 juta penonton, film ini merupakan momentum adu akting Robby Sugara dan sejumlah pemeran milenial, seperti David Jhon Scaap, Henry Boboy, Jasi Michelle Tumbel, dan Agatha Valerie.

Btw, penasaran sama musiknya? Cek aja link https://youtu.be/xvSu8Gdq2Mk atau IG @ayocirebon & @ayobandung yaaaa...


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar