Yamaha NMax

Minim Pengetahuan, Sopir Malah Lempar Tabung Alat Pemadam Api

  Selasa, 21 Mei 2019   Erika Lia
Puluhan pengemudi bus menjalani tes urine dan cek kesehatan yang dilakukan Polres Cirebon bersama Dishub Kabupaten Cirebon, sekaligus pengecekan bus yang akan digunakan untuk angkutan mudik dan balik Lebaran 2019. (Erika Lia/ayocirebon)

PLERED, AYOCIREBON.COM--Sebagian pengemudi bus masih minim pengetahuan dan kemahiran menggunakan alat pemadam api ringan (Apar). Ini menjadi salah satu problem yang ditemukan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cirebon saat pengecekan angkutan umum bus jelang arus mudik dan balik Lebaran 2019.

Padahal, penggunaan Apar harus dipahami para pengemudi bus, demi keamanan diri dan penumpang. Pengetahuan dan kemahiran menggunakan Apar merupakan bagian dari sikap tanggap darurat yang selayaknya dimiliki para pengemudi angkutan umum (angkum).

"Alat pemadam kebakaran itu penting. Ketika terjadi kebakaran kadang supir itu panik, alat pemadamnya bukannya digunakan, malah tabungnya dilempar," ungkap Kepala Pengujian Kendaraan Dishub Kabupaten Cirebon, Eddy Suzendi, di sela pengecekan di PO Sahabat, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Selasa (21/5/2019).

Dia menyebutkan, setidaknya 10%-20% bus di Kabupaten Cirebon belum melengkapi diri dengan Apar. Padahal, bahaya kebakaran tak jarang terjadi.

Apar menjadi salah satu kelengkapan bus yang diwajibkan, selain kemahiran penggunaannya. Tak hanya keberadaan apar, petugas pun mengecek komponen lain, di antaranya roda, spelling kemudi, tekanan angin, dan lainnya.

Target petugas, setiap kendaraan yang akan dioperasikan untuk angkutan mudik dan balik nanti layak jalan. Pengecekan sendiri dilakukan secara bertahap bagi ratusan bus dari sekitar sepuluh perusahaan otobus (PO) se-Kabupaten Cirebon, di antaranya Sahabat, Bhineka, Garuda Mas, Tifanha, Setia Negara, dan lainnya.

"Umumnya sebulan sekali kami datangi untuk pengecekan karena setiap bus harus selalu siap jalan. Tapi, jelang arus mudik dan balik lebaran ini, intensitas pengecekan ditingkatkan," jelasnya.

Selain pengecekan kendaraan, para pengemudi bus pun diwajibkan mengikuti tes urine dan cek kesehatan. Para pengemudi bus dilarang mengonsumsi obat-obatan dengan kandungan terlarang yang berpotensi membahayakan keselamatan diri dan para penumpangnya.

"Syarat pengemudi sehat supaya perjalanan selamat. Kami cek urine mereka untuk memastikan tidak ada satu pun pengemudi yang mengonsumsi narkoba dan obat-obatan terlarang lainnya, yang bisa membahayakan diri dan penumpang," tegas Perwira Urusan Kesehatan Polres Cirebon, Ipda Ilyas, yang turut dalam pengecekan itu.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar