Yamaha

Masa Mudik dan Balik Lebaran, Pengemudi Ojol Lebih Sering Isi BBM

  Kamis, 06 Juni 2019   Erika Lia
Ilustrasi. (Antara)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM—Musim mudik dan balik Lebaran meningkatkan jumlah perjalanan para pengemudi ojek online (ojol) dibanding hari biasa.

"Musim mudik dan balik Lebaran, jumlah perjalanan naik rata-rata 20%-30%," ungkap seorang pengemudi ojol di Cirebon, Frans Mokalu.

Pengemudi ojol mobil ini menyebutkan, pada musim libur Lebaran ini, order lebih banyak datang dari sekitar pusat belanja, seperti mal dan pasar. Orderan di tempat-tempat biasa paling banyak diterimanya pada siang hingga sore.

Saat pagi, lanjutnya, rata-rata orderan datang dari area perumahan. Selain pusat belanja dan area permukiman, orderan lain yang banyak diterimanya berasal dari stasiun kereta api.

"Orderan lebih banyak datang dari area perkotaan. Rata-rata mereka yang pesan adalah yang ingin belanja," ujar pria yang sudah menggeluti profesi ini selama sekitar dua tahun terakhir.

Meski menambah jumlah perjalanan, sayangnya, rata-rata pengemudi ojol harus menghadapi kepadatan arus lalu lintas. Frans mengatakan, dalam kondisi normal, biasanya untuk sekitar dua kilometer perjalanan dalam kota dia hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit.

Saat ini, untuk kondisi yang sama, dia membutuhkan waktu 30 menit. Dengan situasi arus lalu lintas yang ramai saat musim libur Lebaran seperti sekarang, dia harus melipir jalan-jalan kecil.

"Itu bikin boros BBM," cetusnya.

Dalam kondisi seperti ini, dia harus lebih mengisi BBM untuk mobilnya demi bisa terus beroperasi. Tak hanya lebih sering mengisi BBM, dia pun terpaksa harus menambah waktu beroperasinya.

Biasanya, dia beroperasi sejak pukul 07.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB. Saat ini, dia harus menambah jam operasinya hingga sekitar pukul 23.00 WIB.

"Saya selalu mengupayakan untuk mencapai target maksimal yang ditetapkan perusahaan ojol sebanyak 16 perjalanan. Bonusnya besar sih, sampai sekitar Rp180.000," paparnya.

Meski lelah karena harus memanjangkan waktu operasinya, Frans mengaku tak keberatan. Keluarga menjadi motivasi utamanya. Selama ini, rata-rata Frans mampu mencapai target maksimal.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar