Yamaha Aerox

Begini Cara Petani Indramayu Halau Hantu Kekeringan

  Rabu, 12 Juni 2019   Erika Lia
Tempat-tempat penampungan air dari terpal plastik yang digunakan petani di Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, untuk mengairi tanaman palawija mereka agar tak kekeringan. Musim kemarau ini, petani di Cirebon dan Indramayu dihantui kekeringan. (Erika Lia/ayocirebon)

INDRAMAYU,AYOCIREBON.COM--Ancaman kekeringan membuat para petani palawija di Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, membuat penampungan air di tengah sawah.

Berbahan dasar terpal plastik yang sekelilingnya disangga bambu, tempat penampungan seluas sekitar 2,5 meter persegi itu diletakkan di tengah sawah. Harapannya, air yang tersimpan di dalamnya akan menyelamatkan palawija yang telah ditanam dari kekeringan.

"Tidak ada air dari irigasi sini, jadi kami buat penampungan itu," ungkap seorang petani di Desa Karanganyar, Kandanghaur, yang menanam kacang panjang, Daspan.

Air dalam penampungan itu sendiri diperolehnya dengan menyedot sisa-sisa air yang masih keluar sedikit dari dasar sungai. Selanjutnya, air yang terkumpul itu disiramkan ke tanaman palawija milik petani.

Dijelaskan, tanaman palawija sebenarnya membutuhkan air lebih sedikit ketimbang padi. Dia sendiri menanam palawija karena mengikuti anjuran pemerintah.

"Kata pemerintah, kalau musim kemarau sebaiknya tanam palawija karena butuh air lebih sedikit daripada padi," jelasnya.

Meski demikian, air yang diperlukan tetap saja tak mencukupi. Palawijanya masih kekurangan air sehingga dia pun membuat tempat penampungan air dengan biaya rerata Rp500.000 itu.

Sementara itu Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Kandanghaur, Waryono mengatakan, para petani memang sudah dianjurkan membuat tempat-tempat penampungan air guna menghadapi ancaman kekeringan pada musim kemarau ini.

"Palawija saja sekarang kekeringan, bukan cuma padi. Air dari irigasi saat ini tak bisa diandalkan untuk mengairi lahan pertanian," tuturnya.

Menurutnya, palawija banyak ditanam petani di Desa Karanganyar. Selain kacang panjang, ada pula petani yang menanam tomat, labu, semangka, maupun terong.

Sekalipun palawija membutuhkan air lebih sedikit dibanding padi, tetap saja tanaman-tanaman itu membutuhkan air yang cukup. Sayangnya, seiring waktu, air di tempat penampungan pun semakin berkurang.

"Petani jadi berebut mendapat air," cetusnya.

Pihaknya berharap pemerintah daerah mengirim mobil tangki air untuk mengisi tempat-tempat penampungan air milik petani itu.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar