Yamaha

Asyik, Keraton Kasepuhan Cirebon Siapkan Aplikasi Panduan Wisata

  Kamis, 27 Juni 2019   Erika Lia
Para penari menampilkan tarian tradisional Cirebon di panggung budaya Taman Goa Sunyaragi dalam Festival Goa Sunyaragi, Kota Cirebon, yang akan berlangsung hingga Minggu (30/6/2019). (Istimewa).

KESAMBI,AYOCIREBON.COM--Keraton Kasepuhan Cirebon tengah menyiapkan aplikasi panduan bagi wisatawan yang berkunjung ke keraton. Meski begitu, dijamin tak mengesampingkan fungsi pemandu konvensional.

Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon, Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat mengungkapkan, kelak aplikasi yang akan dapat diunduh pada Google Play Store itu akan berisi rute wisata di sekitar Keraton Kasepuhan.

"Belum kami beri nama, tapi akan kami kembangkan. Konten yang ada nantinya meliputi rute keraton, pusaka keraton, konten interaktif, konten UMKM, tiket elektronik masuk keraton, dan masih banyak lagi," bebernya saat Festival Budaya Sunyaragi di area Goa Sunyaragi, Kota Cirebon, Kamis (27/6/2019).

Rencananya, aplikasi ini akan pula menyediakan layanan bahasa lain, salah satunya bahasa Inggris, di samping bahasa Indonesia.

Penyediaan bahasa lain ini sengaja dilakukan menyusul akan dibukanya penerbangan domestik di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, pada 1 Juli nanti.

"Memang penerbangan yang akan dibuka baru domestik. Tapi kabarnya akan ada rute penerbangan Malaysia juga di BIJB, makanya perlu ada bahasa lain," cetusnya.

Meski panduan wisata berbasis teknologi akan memungkinkan wisatawan tak didampingi pemandu orang yang sifatnya konvensional, Arief meyakinkan, pemandu wisata konvensional akan tetap ada.

Bahkan, keterbatasan pemandu wisata di Keraton Kasepuhan menjadi salah satu pertimbangan dilahirkannya aplikasi ini.

Keraton Kasepuhan Cirebon selama ini kekurangan pemandu wisata. Dari jumlah ideal 50 orang, pemandu wisata konvensional yang ada saat ini hanya berjumlah 15 orang.

"Saat Lebaran lalu, keraton kedatangan hingga 3.000 wisatawan, tapi pemandu hanya ada 15 orang. Idealnya kami punya hingga 50 pemandu wisata. Nah aplikasi ini bisa memandu wisatawan yang datang ke keraton, tapi pemandu konvensional tetap ada," tandasnya.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar