Yamaha NMax

Buang Sampah ke Sungai, Wali Kota Cirebon Minta Pelaku Ditegur

  Selasa, 09 Juli 2019   Erika Lia
Kali Sipadu di depan Keraton Kasepuhan Cirebon dibersihkan unsur Pemkot Cirebon maupun masyarakat, Selasa (9/7/2019). (Istimewa)
LEMAHWUNGKUK, AYOCIREBON.COM -- Tumpukan sampah di Kali Sipadu yang mengalir di sekitar Keraton Kasepuhan Cirebon, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, akhirnya dibersihkan bersama-sama, Selasa (9/7/2019). Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis meminta siapapun yang membuang sampah ke sungai untuk ditegur.
 
Proses pembersihan tumpukan sampah itu dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Cirebon, bersama masyarakat peduli lingkungan.
 
"Saya sudah perintahkan langsung dinas terkait untuk segera melakukan pembersihan," tegas Azis.
 
Namun, dia mengingatkan seluruh masyarakat Kota Cirebon pun menjaga kebersihan, mengingat sampah merupakan problem bersama. Dia tak menghendaki kebersihan sungai tersebut justru tak bertahan lama.
 
Karenanya, Azis memohon masyarakat berperan serta menjaga kebrsihan, termasuk kebersihan sungai-sungai yang melintas di Kota Cirebon. Tanpa peran serta masyarakat, baik masyarakat yang tinggal di daerah hulu sungai maupun di sekitar sungai, kebersihan tidak akan bisa terjaga.
 
"Jadi, kalau ada orang yang buang sampah di sungai, tolong ditegur. Mari jaga bersama-sama kebersihan di sekitar kita," pintanya.
 
Sementara, Pelaksana Tugas PSDA Dinas PUPR Kota Cirebon, Denny Rohmawan menyebutkan, tumpukan sampah di Kali Sipadu kebanyakan merupakan sampah rumah tangga.
 
"Kalau dilihat dari jenis sampahnya, kebanyakan sampah rumah tangga," katanya.
 
Agar sungai tak kembali kotor, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan sejumlah kelurahan di sekitar sungai tersebut. Dia menyebutkan, ada tiga kelurahan yang dilalui Kali Sipadu ini, masing-masing Jagasatru, Kasepuhan, dan Lemahwungkuk.
 
Pihaknya juga akan mendata RW mana saja di tiga kelurahan itu yang langsung berhadapan dengan sungai tersebut. Selanjutnya, akan disosialisasikan kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga kebersihan sungai sekitar.
 
"Kami juga akan memasang jaring, sehingga sampah akan terperangkap di jaring ini. Masyarakat sekitar akan diminta kesediaannya ikut mengangkut sampah dalam jaring itu," paparnya.
 
Rencananya, jaring itu dipasang di jembatan Pegajahan dan Jembatan Grubugan. Tak ketinggalan, papan larangan membuang sampah ke sungai juga akan dipasang di sekitar sungai.
 
Sementara, Ketua Forum Lingkungan Hidup dan Budaya Kota Cirebon, Dani Jaelani menyatakan, kebersihan sungai sebenarnya tak hanya tugas pemerintah daerah semata.
 
"Tapi juga tugas semua masyarakat Kota Cirebon untuk bersama-sama menjaga kebersihan, termasuk kebersihan sungai yang ada di sekitar," tuturnya.
 
Lebih jauh, pihaknya meminta Pemkot Cirebon membuat dum, seperti di Jakarta. Sementara ini, lanjutnya, penggunaan jaring bisa dilakukan guna meminimalisir tumpukan sampah.
 
Dengan dum sendiri, jelasnya, sampah-sampah akan terkurung di dalamnya. Dum yang dimaksud Dani dilengkapi pintu untuk pengambilan sampah.
 
"KKami juga akan memasang spanduk imbauan setiap 100 meter di kiri dan kanan sungai. Jadi bisa membuat mereka yang ingin buang sampah ke sungai malu," tandasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar