Yamaha NMax

63 Desa di Cirebon Berpotensi Alami Krisis Air

  Rabu, 10 Juli 2019   Ananda Muhammad Firdaus
Ilustrasi sawah kering. (ANTARA FOTO/Rahmad)

CIREBON, AYOCIREBON.COM -- Sebanyak 63 Desa di Kabupaten Cirebon berpotensi mengalami krisis pada musim kemarau tahun ini. Hal tersebut mengacu pada pendataan dari Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon.

"Ada 63 desa dari 23 kecamatan yang berpotensi krisis air bersih," kata Kasie Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon Eman Sulaeman di Cirebon, Selasa.

Eman mengatakan, puluhan kecamatan di Kabupaten Cirebon itu berpotensi dilanda krisis air bersih akibat kekeringan pada musim kemarau tahun ini.

Pada musim kemarau ini lanjut Eman, cakupan wilayah kekeringannya lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Di mana tahun lalu hanya terdampak pada 12 kecamatan.

Untuk itu, kata Eman, pihaknya akan berupaya mengatasinya dengan menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah kecamatan yang sudah dilanda krisis air bersih.

"Pada tahun lalu kita menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 1,7 juta liter, itu total selama kemarau," ujarnya.

Eman menambahkan, untuk saat ini beberapa desa sudah mengajukan untuk bantuan air bersih di antaranya Kreyo, Klangenan, Slangit, Gebang Ilir, Greged dan Waled.

Selain penyaluran air bersih, tambah Eman, solusi lainnya untuk mengurangi dampak krisis air bersih adalah membuat sumur pantek, akan tetapi ini memiliki risiko tinggi terhadap lingkungan sekitar.

"Sumur pantek itu harus digali dalam, biasanya kerja sama dengan BMKG, tapi ada dampaknya terhadap lingkungan," katanya.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar