Yamaha NMax

Kekeringan di Indramayu Meluas, Produksi Padi Terancam

  Rabu, 10 Juli 2019   Erika Lia
Ilustrasi kekeringan karena musim kemarau. (Kavin Faza/Ayobandung.com)

INDRAMAYU, AYOCIREBON.COM -- Lebih dari 11.000 hektar lahan padi di Kabupaten Indramayu kekeringan. Data itu menunjukkan perluasan area lahan padi yang kekeringan di daerah ini.

Sebelumnya, pada Juni 2019 otoritas setempat mendata luas areal padi yang kekeringan 3.987 hektare. Namun per 5 Juli 2019, luasan itu bertambah menjadi 11.000 hektar dengan tanaman yang gagal panen (puso) mencapai ratusan hektar.

"Tanaman yang sudah mengalami puso mencapai sekitar 200 hektar," kata Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Indramayu, A Yani, Rabu (10/7/2019).

Sebelumnya, pada Juni 2019, baru sekitar 28 hektar tanaman padi yang puso. Sementara, dari 11.000 hektar padi yang kekeringan itu, sekitar 4.000 hektar di antaranya terkategori kekeringan ringan, sekitar 5.000 hektar kekeringan sedang, dan sekitar 1.300 hektar kekeringan berat.

Di luar 11.000 hektar yang kekeringan, setidaknya 13.000 hektar tanaman padi lainnya pun kini terancam kekeringan. Kondisi ini bisa bertambah parah bila pasokan air tersendat.

Untuk pasokan air ini, terangnya, menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUPR) setempat. Sementara kewenangan instansinya dalam hal ini hanya sebatas pada kondisi tanaman.

Upaya menyelamatkan tanaman yang kekeringan sendiri, diakuinya, telah dilakukan. Hanya, penyaluran air menghadapi hambatan akibat kerusakan sarana infrastruktur hingga membuat penyaluran tak optimal hingga ke ujung.

"Perbaikan infrastruktur jaringan di Cipelang kewenangannya Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung. Kalau jaringan di Cipelang sudah diperbaiki, air bisa menjangkau daerah-daerah di belakang (ujung)," jelasnya.

Keberadaan air, ditekannya penting mengingat petani, khususnya di Kecamatan Cikedung, sejauh ini telah menerima bantuan mesin pompa. Bantuan mesin pompa diberikan secara selektif dengan mempertimbangkan keberadaan air.

Di luar bantuan mesin pompa, petani lain yang juga memiliki mesin pompa sendiri, sama-sama terkendala debit air yang kurang. Di sisi lain, petani sendiri tak banyak memanfaatkan mesin pompa karena membutuhkan bahan bakar berupa solar.

Dia memastikan, kekeringan itu mengancam target produksi padi di Indramayu. Tahun ini, target produksi padi Indramayu mencapai 1,8 juta ton.

Terpisah, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Kandanghaur, Waryono menyebutkan data berbeda. Di Kandanghaur sendiri, puso dialami sedikitnya 470 hektar padi.

Tanaman yang puso tersebar di dua desa, masing-masing 200 hektar di Desa Karangmulya dan 270 hektar di Desa Karanganyar.

"Rata-rata tanaman itu berusia sekitar 70 hari," cetusnya.

Tak hanya itu, sekitar 1.500 hektar padi lainnya kini terancam puso. Demi menghindari puso, para petani mengharapkan pasokan air secepatnya.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar