Yamaha NMax

Azis Beri Penjelasan Soal Rotasi Mutasi 168 Pejabat Kota Cirebon

  Kamis, 11 Juli 2019   Erika Lia
Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis. (Faqih Rohman/Ayobandung.com)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM --  Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis memutasi dan merotasi 168 pejabat eselon II hingga IV di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon, Kamis (11/7/2019). Sejumlah alasan dikemukakan Azis sebagai pertimbangan penempatan seorang pejabat di posisi tertentu.

Dari 168 pejabat yang dimutasi dan dirotasi, 15 orang di antaranya menduduki jabatan eselon II. Sementara sisanya, masing-masing 60 pejabat eselon III dan 93 pejabat eselon IV.

Jabatan eselon II kerap menjadi salah satu isu krusial dalam setiap rotasi mutasi pejabat. Jabatan ini di antaranya mengisi posisi kepala dinas, kepala badan, asisten pemerintah daerah, staf ahli, sekretaris daerah, maupun sekretaris DPRD.

Tak ubahnya di Kota Cirebon, Azis memutuskan sejumlah pejabat eselon II bergeser ke instansi baru. Mereka yang bergeser di antaranya Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (DKIS) Iing Daiman menjadi Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Iing menggantikan posisi Jamaludin yang kini menjadi Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan dan Kemasyarakatan.

Selain Iing, pejabat lain yang bergeser yakni Yoyon Indrayana yang sebelumnya menduduki jabatan Asisten Perekonomian dan Pembangunan, kini menjadi Kepala Dinas Perhubungan. Yoyon menggantikan Atang Hasan Dahlan yang kini menjabat Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang 'ditinggal' pensiun pejabat sebelumnya.

Azis kali ini memutuskan Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) dipegang Agus Mulyadi, yang sebelumnya menjabat Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat. Agus menggantikan Sukirman yang kini dilantik sebagai Sekretaris DPRD.

"Butuh penyegaran, Pak Maman (Sukirman) sudah lama jadi Kepala BKD. BKD butuh kreativitas yang tinggi sehingga butuh yang enerjik dan berkemampuan," jelas Azis ihwal penggantian Sukirman kepada Agus.

Pemindahan Sukirman sebagai Sekretaris DPRD, imbuhnya, setelah adanya permintaan dari para wakil rakyat. Azis pun mengamanahkan Sukirman untuk membenahi kesekretariatan dewan.

Yoyon Indrayana dinilai Azis sebagai ahli tata kota yang salah satunya, diharapkan akan membenahi kondisi traffic di Kota Cirebon agar tak macet. Sementara Iing Daiman disebut Azis sebagai lulusan pendidikan sosial terbaik yang kreativitasnya dibutuhkan untuk mengatasi persoalan sosial di Kota Cirebon.

Azis menyebut, rotasi dan mutasi pejabat hari ini sebagai upaya penyesuaian untuk mengisi kekosongan sejumlah jabatan yang ditinggalkan pejabatnya, di antaranya karena pensiun. Langkah ini diperlukan sebagai upaya optimalisasi kinerja Pemkot Cirebon.

Meski begitu, diketahui sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Kota Cirebon dikosongkan, yakni Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Inspektorat, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu, dan Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik. Keenam instansi itu kini tanpa pemimpin yang memungkinkan adanya mutasi dan rotasi pejabat gelombang dua.

Keenam instansi yang nihil pemimpin itu diduduki pejabat setingkat eselon II. Selain mengisi kekosongan keenam instansi tersebut, jabatan eselon II yang kosong sendiri sejumlah delapan jabatan.

Dalam pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan para pejabat yang dimutasi dan dirotasi hari ini di Hotel Prima, Kota Cirebon, Azis mengaku, pengisian kepemimpinan keenam instansi itu akan didahului open bidding. Melalui sebuah kepanitiaan yang akan dibentuknya segera, dia menghendaki open bidding dilaksanakan hingga akhir Juli ini.

"Akan ada rotasi mutasi gelombang kedua. Tapi harus open bidding dulu dan saya ingin Juli ini open bidding sudah selesai, sehingga Agustus bisa lakukan penyesuaian-penyesuaian (rotasi mutasi)," ungkapnya.

Sementara itu, diketahui undangan rotasi mutasi yang diterima para pejabat itu terkesan mendadak. Sebagian di antaranya bahkan baru menerima undangan hanya melalui pesan WhatsApp (WA) pukul 04.00 WIB.

"Subuh jam 4 tadi saya terima undangan lewat WA," kata Yoyon Indrayana seusai dilantik Kepala Dinas Perhubungan.

Yoyon mengaku, mengemban tugas untuk membenahi sektor parkir yang potensinya belum tergali optimal. Sementara, Agus Mulyadi yang kini menjabat Kepala BKD mengatakan, akan mengupayakan mendongkrak sektor pajak daerah.

"Tapi agenda terdekat saya adalah pembahasan KUAPPAS perubahan. Kami diberi waktu tujuh hari untuk persiapan ke jabatan baru ini, jadi saya juga harus selesaikan dulu tugas saya sebagai asisten dan Plt Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang," bebernya.

 


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar