Yamaha

Jumat Berkah, Emak-emak Tangguh Ini Berbagi Nasi Bagi Dhuafa

  Jumat, 26 Juli 2019   Erika Lia
. Warga di sekitar TPA sampah Kopiluhur, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, menerima sedekah nasi dari YANI, Jumat (26/7/2019). (Erika Lia/Ayocirebon.com)

HARJAMUKTI, AYOCIREBON.COM -- Bagi umat muslim, Jumat menjadi salah satu hari termulia dan paling utama dalam sepekan. Tak heran, kerapkali kita dengar istilah 'Jumat Berkah' atau 'Jumat Barokah'.

Di Kota Cirebon, sejumlah kaum ibu yang tergabung dalam Yayasan Arisan Nasi Indonesia (YANI) di Kota Cirebon, rutin memanfaatkan waktu paling mulia dan utama ini dengan melakukan sedekah. Berharap ridho Allah SWT, sedekah yang mereka lakukan setiap Jumat berupa pembagian makanan (nasi dan lauk pauk) kepada sesama, umumnya kaum dhuafa dan anak yatim.

Pendiri sekaligus pembina YANI, Sri Supriatin menyebutkan, sedikitnya 550 bungkus nasi dibagikan kepada kaum dhuafa, Jumat (26/7/2019) ini. Jumlah itu bukanlah ketetapan, mengingat bisa berubah setiap kegiatan, meski ditarget nasi bungkus terbagikan sebanyak-banyaknya.

"Dari 550 bungkus nasi itu kami sebar, masing-masing 200 bungkus untuk warga di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Kopiluhur, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjmukti, 200 bungkus untuk anak-anak yatim dhuafa Darul Tahfidz Al Kausar, 70 bungkus untuk kuli pasir di Kopiluhur, Kelurahan Argasunya, 30 bungkus untuk lansia dhuafa Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, dan 50 bungkus lagi kami bagikan tersebar di jalan-jalan," paparnya kepada Ayocirebon.com seusai kegiatan.

Nasi dan lauk pauk yang dibagikan itu mereka olah sendiri, yang bahan-bahannya diperoleh maupun dibeli dari sedekah para anggota YANI sebagai donatur. Tak jarang, proses memasak dibantu pula warga sekitar lain yang bersimpati pada misi YANI sekaligus turut mencari ridho Allah SWT.

Saat ini, selain Sri yang akrab disapa Upi, YANI diketuai Nelly Marlina. Keduanya merupakan pengurus paling aktif yang menghidupkan YANI.

Terbentuk sejak 14 Mei 2015, yayasan yang semula berupa komunitas ini ada setelah Sri terinspirasi kisah hidup seorang kakek yang setiap Jumat berkeliling mengendarai sepeda untuk membagikan nasi kepada yang membutuhkan.

Dengan tujuan menolong dan berbagi dengan sesama, Sri dan seorang kawannya, Dessy Melanie, pun mengajak serta sejumlah kawan mereka lainnya dan membentuk Arisan Nasi Community. Mereka yang tergabung dalam komunitas ini menyepakati penyisihan harta untuk membantu sesama, terutama kaum dhuafa dan anak yatim.

"Kenapa namanya arisan? Agar seperti wajib bukan sedekah karena untuk saling mengingatkan pentingnya berbagi, meskipun tidak diwajibkan," jelas Upi.

Untuk sedekah, para anggota YANI yang kini berjumlah sekitar 117 orang dari berbagai kota di Indonesia biasanya rutin menyumbangkan Rp100.000/bulan. Di luar sumbangan rutin itu yang dapat dilakukan dengan cara menstranfernya melalui rekening bank ini, YANI pun membuka sumbangan dalam jumlah lain dan dalam bentuk apapun yang bermanfaat bagi kegiatan-kegiatan mereka.

Secara periodik, sebagai pengurus, Upi sendiri akan memberikan laporan keuangan secara transparan kepada seluruh anggota YANI. Dipastikannya, donasi para anggota YANI dan pihak lain sebagai amanah yang harus dijaga.

Selain berbagi nasi setiap Jumat, kegiatan sosial lain yang mereka lakukan di antaranya membantu pengobatan kaum dhuafa yang sakit, memperbaiki rumah dhuafa yang rusak, membantu biaya pendidikan anak-anak yatim dhuafa, hingga mendirikan masjid.

Di sisi lain, tambah Ketua YANI, Nelly Marlina, YANI adalah semacam fasilitas bagi mereka yang sibuk, tapi mempunyai niat untuk berbagi secara rutin. Dia memastikan, siapapun bisa tergabung dalam YANI.

"Moto kami bersama untuk berbagi. Misi kami tak lain sebagaimana tuntunan agama, sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat," tuturnya.

Pihaknya juga sekaligus mengajak masyarakat yang ingin bersedekah untuk mengecek langsung media sosial mereka guna memahami visi misi maupun program kegiatan YANI.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar