bank bjb
  
Yamaha

Kota Cirebon Targetkan Ekowisata Mangrove di Pantai Kejawanan

  Jumat, 26 Juli 2019   Erika Lia
Kota Cirebon Targetkan Ekowisata Mangrove di Pantai Kejawanan
Wakil Wali Kota Cirebon Eti Herawati menanam bibit mangrove pada peringatan Hari Mengrove Sedunia, Jumat (26/7/2019) di Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, tak jauh dari Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan. (Istimewa)

LEMAHWUNGKUK, AYOCIREBON.COM—Otoritas Kota Cirebon menargetkan pembentukan ekowisata mangrove dalam beberapa tahun ke depan. Saat ini, setidaknya sudah ada 9 hektare lahan di kawasan pesisir Kota Cirebon tertanami mangrove.

"Saat ini, di Kota Cirebon baru sekitar 9 hektare lahan yang tertanami mangrove dan kondisinya bagus," ungkap Wakil Wali Kota Cirebon Eti Herawati seusai penanaman bibit mangrove sebagai peringatan Hari Mengrove Sedunia, Jumat (26/7/2019) di Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, tak jauh dari Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan.

Namun begitu, imbuhnya, luasan lahan yang ditanami mangrove secara keseluruhan masih kurang, mengingat Kota Cirebon memiliki panjang pantai hingga 7 km. Pihaknya menghendaki mangrove memenuhi seluruh garis pantai Kota Cirebon.

AYO BACA : Bakal Seru! Hutan Kota Kayu Putih Indramayu Akan Direvitalisasi Jadi Area Wisata

Dia mengingatkan, tak hanya berfaedah bagi ekosistem, tanaman mangrove bisa pula dikembangkan untuk pemanfaatan lain. Karenanya, usulan kepala PPN Kejawanan untuk membuat kawasan ekowisata di area Kejawanan diapresiasi pihaknya.

"Kami akan bantu, khususnya dari segi aturan. Kalau memang dibutuhkan Detail Engineering Design (DED), kami juga akan bantu," janjinya.

Dia memandang, keberadaan ekowisata mangrove berpotensi menarik kunjungan wisatawan ke Kota Cirebon. Namun, dia meminta masyarakat luas, terutama di sepanjang pesisir Kota Cirebon, untuk bersama-sama menjaga keberadaan hutan mangrove.

AYO BACA : Asyik, Keraton Kasepuhan Cirebon Siapkan Aplikasi Panduan Wisata

Sementara itu, Kepala PPN Kejawanan Imas Masriah menyebutkan, setidaknya terdapat sejumlah area di kawasan PPN Kejawanan. Masing-masing area itu terdiri atas area existing seluas 19 hektare, area pengembangan bagian barat seluas 30 hektare, dan area pengembangan di bagian timur seluas 25 hektare.

"Berdasarkan masterplan 2009, area existing dengan tanaman mangrove saat ini, menjadi kawasan pengembangan kolam pelabuhan kedua," terangnya.

Hanya, sejalan berkembangnya waktu dan kepedulian terhadap lingkungan serta pertumbuhan ekonomi masyarakat, pihaknya bakal me-review masterplan itu dan membentuknya menjadi kawasan ekowisata di Kota Cirebon. Dia menilai, selama ini Pantai Kejawanan sendiri berpotensi sebagai lokasi wisata.

"Selama lima hari libur lebaran, Pantai Kejawanan dikunjungi sekitar 37 ribu orang," cetusnya.

Potensi itulah yang akan dioptimalkan agar pengunjung wisata lebih banyak lagi, melalui keberadaan ekowisata mangrove. Dia memastikan, bila DED rampung, ekowisata mangrove dapat segera dibangun di lokasi itu.

DED sendiri ditarget rampung pada 2020, sementara pembentukan kawasan ekowisata ditarget selesai lima tahun. Dia meyakinkan, proses pembentukan ekowisata dilakukan tanpa merusak lingkungan sekitar.

AYO BACA : Keren, Eks Galian C di Kota Cirebon Potensial Jadi Objek Wisata


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar