Yamaha

Wisata Cirebon Butuh Investor, Katon Tourism Expo 2019 Siap-siap Digelar

  Kamis, 01 Agustus 2019   Erika Lia
Para pengurus ASPPI DPC Wilayah 3 Jabar membentuk simbol C sebagai kependekan dari Cirebon. ASPPI bersama Pemkab Cirebon bakal menggelar Katon Tourism Expo 2019 pada 12-15 September 2019. (Erika Lia/Ayocirebon.com)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Pengembangan sektor pariwisata di Cirebon masih membutuhkan campur tangan pihak lain selaku investor. Rendahnya biaya promosi di tingkat pemerintah daerah dinilai dapat mengancam perkembangan sektor ini.

Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) DPC Wilayah 3 Jawa Barat Abdul Rozak mengungkapkan, salah satu tantangan terbesar para pelaku pariwisata di Wilayah Cirebon, menarik para pelintas yang memanfaatkan akses-akses transportasi nasional seperti jalan tol dan Bandara Internasional Kertajati, untuk singgah ke Cirebon. Tak sekedar singgah, mereka diharapkan menetap lebih lama untuk menikmati aneka potensi wisata yang ada di Cirebon.

"Jangan sampai tamu-tamu yang lewat itu, baik dari Jakarta, Bandung, dan kota-kota lain yang pakai tol dan bandara, cuma lewat Cirebon saja," ungkapnya, Kamis (1/8/2019).

Cirebon, diyakinkannya, memiliki potensi wisata beragam. Selain kulinernya yang mulai dilirik masyarakat regional Jawa Barat dan nasional, Cirebon pun dikenal memiliki wisata sejarah maupun wisata religi.

Sayangnya, pihaknya mengindikasikan biaya promosi yang dialokasikan pemerintah daerah masih rendah. Dia menyebutkan, rata-rata pemerintah daerah di Wilayah Cirebon khususnya, diindikasi mengalokasikan biaya promosi di bawah Rp1 miliar.

AYO BACA : Yuk Berperahu Seru di Waduk Darma

"Kalau masih di bawah Rp1 miliar, (pengembangan potensi pariwisata) bisa jauh tertinggal," cetusnya.

Menurutnya, idealnya biaya promosi pariwisata sekitar 10% dari pendapatan asli daerah (PAD) yang berasal dari sektor ini. Meski mengaku tak mengetahui pasti besaran alokasi untuk sektor pariwisata di Cirebon, Rozak menyebut, anggarannya terindikasi di bawah 10%.

Namun, pihaknya tak menghendaki potensi wisata Cirebon stagnan. Karena itu, sebagai pelaku pariwisata, pihaknya mengupayakan pengembangan-pengembangan sektor ini melalui berbagai cara, salah satunya melalui sebuah even nasional yang akan digelar pada 12-15 September 2019.

Dengan nama Katon Tourism Expo 2019, even ini diagendakan mempertemukan otoritas pariwisata di Cirebon, seller/pengusaha, maupun agen perjalanan wisata yang menjadi mesin penggerak dunia bisnis pariwisata. Katon sendiri, dalam bahasa Cirebon (Jawa) berarti lihat atau tampak.

"Namanya kami sesuaikan dengan tagline Kabupaten Cirebon yakni Cirebon Katon. Kami ingin mengenalkan potensi-potensi wisata Cirebon agar lebih dikenal, lebih katon oleh khalayak yang lebih ramai," papar Rozak didampingi pula Ketua Koordinator Publisitas, Deni Sutiadi, dan pemilik warung makan Empal Gentong Mang Darma, Randy.

AYO BACA : Kota Cirebon Targetkan Ekowisata Mangrove di Pantai Kejawanan

Tak hanya pengembangan promosi pariwisata, Katon Tourism Expo ini juga diklaim akan memuat potensi penting dalam memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi daerah. Kegiatan ini di antaranya akan menampilkan pameran nasional promosi pariwisata, pertemuan bisnis, fam trip, hiburan, dan lainnya.

Ketua panitia Katon Tourism Expo Ismayasari menambahkan, kegiatan ini sebagai ajakan kepada para investor agar berinvestasi pada sektor pariwisata Cirebon. Pihaknya pun menghendaki sebaran pariwisata merata dan tak terpusat di kawasan tertentu.

"Sektor pariwisata di Cirebon masih butuh investor untuk mengembangkannya," kata Ismayasari

Selain ajang promosi produk pariwisata, kegiatan itu rencananya pula sebagai ajang produk UMKM seluruh Indonesia. Pameran yang ditampilkan lebih fokus menampilkan produk-produk yang berkaitan dengan pariwisata, meliputi paket destinasi wisata, produk akomodasi, dan produk transportasi, produk oleh-oleh, serta produk kuliner khas daerah.

Pesertanya terdiri dari instansi pemerintah di tingkat provinsi maupun kota/kabupaten, para pengusaha terkait (seller), peserta UMKM, dan buyer sebagai pengunjung utama. Pengunjung lain di antaranya komunitas-komunitas wisatawan, pejabat dan karyawan pemerintahan, instansi pemerintah pusat maupun daerah, pejabat dan karyawan BUMN/BUMD/swasta, dan lainnya, termasuk masyarakat umum.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon sendiri diketahui ambil bagian dalam gelaran ini, yang terdiri dari kolaborasi antar instansi, masing-masing Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Kehutanan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu, Dinas Koperasi dan UMKM Terpadu, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Dinas Kesehatan.

AYO BACA : Keren, Eks Galian C di Kota Cirebon Potensial Jadi Objek Wisata


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar