Yamaha

Penumpang Bus DAMRI Meningkat, 11,6% Saham BIJB Bakal Diakuisisi Perusahaan Malaysia

  Rabu, 07 Agustus 2019   Erika Lia
Sebagian armada bus DAMRI yang terparkir di Terminal Harjamukti, Kota Cirebon. DAMRI kini rata-rata mengangkut 80 penumpang per hari. (Erika Lia/Ayocirebon.com)

HARJAMUKTI, AYOCIREBON.COM -- Sebulan terakhir, bus Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (DAMRI) Terminal Harjamukti, Kota Cirebon, mencatat peningkatan jumlah penumpang. Sementara, sebuah perusahaan asal Malaysia diketahui bakal mengakuisisi 11,6% saham bandara kebanggaan Jawa Barat ini.

Peningkatan jumlah penumpang DAMRI linier dengan keberadaan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka. Setiap hari, DAMRI mengangkut sedikitnya 80 penumpang.

"Minat masyarakat sekarang tinggi, apalagi layanan bus DAMRI diberikan gratis mulai 1 Agustus 2019 ke Bandara Kertajati," kata Koordinator Pool DAMRI di Terminal Harjamukti, Andi, Rabu (7/8/2019).

Layanan gratis bus DAMRI jurusan Terminal Harjamukti-Bandara Kertajati sebagaimana diketahui merupakan kebijakan pemerintah pusat. Mendukung keberadaan bandara tersebut, Kementerian Perhubungan RI memberikan subsidi untuk layanan gratis bus DAMRI, seraya menanti terwujudnya Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) yang ditarget rampung tahun ini.

Andi menyebut, peningkatan pelayanan terus diupayakan pihaknya. Menurutnya, penumpang pesawat di Kota Cirebon sendiri menunjukkan pertambahan.

AYO BACA : Tak Terdampak Erupsi Tangkuban Parahu, Jumlah Penumpang Bandara Kertajati Diklaim Naik

Ke depan, pihaknya berencana menggandeng industri perhotelan se-Wilayah Cirebon. Tujuannya tak lain memberi pelayanan prima bagi para pengguna jasa penerbangan di Bandara Kertajati.

"Kami akan gandeng perhotelan demi pelayanan maksimal kepada penumpang," tandasnya.

Sementara itu, diketahui perusahaan asal Malaysia Muhibbah Engineering (M) Bhd melirik 11,6% saham Bandara Kertajati. Muhibbah ikut dalam bursa penyertaan modal dengan nilai konversi Rp291 miliar.

Saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih menjadi pemegang saham mayoritas atau 97% PT BIJB. Sisanya, sekirar 3% dimiliki BUMD Jabar lain, yakni PT Jasa Sarana dan Koperasi Konsumen Praja Sejahtera (KPPS) Jabar.

Direktur PT BIJB, Muhamad Singgih mengemukakan, Pemprov Jabar telah menyetujui rencana pemenuhan modal PT BIJB sebesar 36,6% saham yang rencananya segera diakusisi dua calon investor. Saham senilai 11,6% ditunjukkan Muhibbah, sedangkan 25% oleh PT Angkasa Pura II sebagai operator Bandara Kertajati.

AYO BACA : Maskapai Luar Negeri Tertarik Buka Kargo di Bandara Kertajati

"Saat ini, PT BIJB sedang berproses penjualan saham dalam simpanan sebanyak 11,6% kepada Muhibbah dan 25% kepada AP II," kata Singgih.

Untuk Muhibbah, lanjutnya, kini tengah melakukan valuasi angka penawaran saham PT BIJB untuk kemudian bisa segera difinalkan.

Menurutnya, beberapa pertanyaan fundamental oleh calon investor sudah diklarifikasi langsung Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, dalam proses penawaran saham BIJB. Salah satu hal yang ingin diketahui calon investor berupa percepatan Tol Cisumdawu sebagai konektivitas utama.

"Hal lain adalah menjadikan Bandara Kertajati sebagai bandara satu-satunya terbesar di Jabar," ujarnya.

Singgih meyakinkan, Muhibbah menjadi investor yang serius menanam sahamnya di Bandara Kertajati. Ketertarikan Muhibbah itu pula sebagai upaya ekspansi strategi jangka panjang, mengingat pembangunan Jabar ke depan akan terkonsentrasi di timur Jabar.

"Mereka (Muhibbah) melihat potensi bisnis besar. Bukan hanya bandaranya saja, tapi posisi yang seksi untuk perdagangan dan perindustrian di sekitar Bandara Kertajati," tandasnya.

AYO BACA : Rute Baru Angkutan Umum Tasikmalaya-BIJB


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar