Yamaha NMax

Ayo Jaga Bumi! Ini Alternatif Pembungkus Daging Kurban Selain Kantong Plastik

  Kamis, 08 Agustus 2019   Erika Lia
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu, Aep Surahman menunjukkan salah satu bahan organik berupa besek bambu yang sebaiknya dimanfaatkan sebagai pembungkus daging kurban, ketimbang kantong plastik. (Istimewa)

INDRAMAYU, AYOCIREBON.COM -- Masyarakat diminta memanfaatkan bahan organik sebagai pembungkus daging kurban pada Hari Raya Iduladha 1440 H, Minggu (11/8/2019) nanti. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu Aep Surahman meminta masyarakat menggunakan wadah dari dedaunan atau bambu, ketimbang kantong plastik sekali pakai.

"Wadah organik itu di antaranya besek daun kelapa, besek daun pandan, besek bambu, daun jati, daun pisang, gedebog pisang, atau masyarakat bisa membawa wadah/tempat daging dari rumah sendiri," katanya, Kamis (8/8/2019).

AYO BACA : Kamis Pagi, 608 Titik Panas Teridentifikasi di Indonesia

Pemanfaatan bahan organik maupun dengan membawa wadah sendiri, lanjutnya, sebagai upaya meminimalisir limbah plastik. Dia mengingatkan, limbah plastik selama ini menjadi salah satu ancaman terbesar bagi kelangsungan bumi.

Untuk ini, Bupati Indramayu, Supendi, telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat, melalui Surat Edaran Nomor 668.2/3106/DLH tanggal 29 Juli 2019 tentang Imbauan Pelaksanaan Iduladha Tanpa Sampah di Kabupaten Indramayu.

AYO BACA : Api Lalap Hutan Gunung Ciremai, Pendaki Dievakuasi

Tak hanya itu, upaya lain mengurangi sampah plastik adalah dengan tidak membawa alas kertas atau plastik kala Salat Iduladha. Masyarakat disarankan membawa alas seperti tikar dan lainnya, yang bisa dibawa kembali pulang.

"Kebijakan ini sebagai ikhtiar Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk mengurangi sampah plastik," tegasnya.

Selain tak menggunakan kantong plastik, masyarakat juga diingatkan ihwal penyembelihan hewan kurban yang harus dilakukan di area terbuka dan luas, seperti lapangan. Setelah disembelih, tulang-tulang hewan kurban diminta dikumpulkan dengan rapi, sebelum kemudian membuangnya ke tempat sampah.

"Penyembelihan hewan kurban bisa dilakukan di lapangan atau lahan yang luas. Tulang hewan kurban yang tak digunakan sebaiknya dibuang pada tempat sampah," ujarnya.

AYO BACA : Kekeringan, Para Petani di Indramayu Jadi Petambak


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar