Yamaha

Ikon Gunung Ciremai Dilalap Api, Empat Jalur Pendakian Ditutup

  Kamis, 08 Agustus 2019   Erika Lia
Ilustrasi - Petugas gabungan terkepung kobaran api dan kepulan asap saat melakukan pemadaman kebakaran hutan di lereng Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat, Rabu (3/10/2018). (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

KUNINGAN, AYOCIREBON.COM -- Api masih melalap sedikitnya 308 hektar hutan Gunung Ciremai, Kamis (8/8/2019). Sejak kemunculan titik api awal pada Rabu (7/8/2019) siang, Bunga Edelweiss yang dikenal sebagai ikon Gunung Ciremai pun turut terbakar.

Sejauh ini, tim gabungan telah terjun ke lokasi, di antaranya terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, BPBD Kabupaten Majalengka, Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), BNPB, kepolisian dan TNI, hingga masyarakat pecinta lingkungan.

Selain mencegah meluasnya api yang telah membakar edelweiss maupun pepohonan, seperti pinus, tim gabungan pula berupaya mengevakuasi para pendaki yang diperkirakan masih berada di sekitar puncak gunung.

BPBD Provinsi Jawa Barat merilis, sedikitnya 23 orang masih dalam proses evakuasi. Mereka terutama berada di jalur pendakian Palutungan, Kabupaten Kuningan.

AYO BACA : Ayo Jaga Bumi! Ini Alternatif Pembungkus Daging Kurban Selain Kantong Plastik

"Awal api muncul di jalur pendakian Apuy, Kabupaten Majalengka. Saat ini, api sudah masuk ke jalur pendakian Palutungan," kata Kepala BPBD Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin, Kamis (8/8/2019).

Selain Apuy dan Palutungan, Gunung Ciremai sendiri memiliki dua jalur pendakian lain, masing-masing Linggarjati dan Linggasana di Kabupaten Kuningan. Sejauh ini, keempat jalur pendakian itu telah ditutup sebagaimana pengumuman BTNGC Nomor PG.18/T.33/TU/KSA/8/2019 menyusul kebakaran di Gunung Ciremai.

Pasca kebakaran yang terjadi di Blok Gua Walet, Desa Babakanmulya, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, tim gabungan telah mengevakuasi sedikitnya 33 pendaki dari jalur pendakian Apuy pada Kamis dini hari.

Jumlah itu, baik yang sudah dievakuasi maupun yang tengah dalam proses evakuasi, adalah para pendaki yang terdaftar. Agus mencemaskan kemungkinan adanya pendaki liar yang tak terdaftar dan terjebak saat kebakaran.

AYO BACA : Kamis Pagi, 608 Titik Panas Teridentifikasi di Indonesia

"Sebagian (pendaki) sudah turun. Itu yang terdaftar. Kami juga cari kemungkinan pendaki lain yang tidak terdaftar untuk dievakuasi," cetusnya.

Api yang masih menyala diketahui menyebar ke arah utara. Jalur pemadaman setidaknya dilaksanakan dengan munggunakan empat jalur, yakni Jalur Apuy (Pos Utama), Jalur Sadarehe, Jalur Cikaracak, dan Jalur Bantaragung.

Menurut Agus, upaya pemadaman api terkendala kondisi medan yang terjal hingga angin kencang. Selain mengupayakan perluasan api, tim gabungan juga bertugas memetakan kondisi di lapangan untuk menentukan metode pemadaman yang tepat.

"Tim juga bikin sekat bakar agar api tak meluas, ini yang kami utamakan. Kalau memang nanti dibutuhkan, kami sudah koordinasi dengan BNPB untuk melaksanakan water bombing menggunakan helikopter," tegasnya.

Dia memastikan, petugas yang naik ke puncak gunung merupakan orang-orang berpengalaman. Tak sembarang orang diizinkan mendaki dan melakukan tugas pemadaman di sekitar gunung.

Diberitakan sebelumnya, kebakaran di Gunung Ciremai berada di ketinggian 2950 MDPL. Jarak titik api awal ke puncak sekitar 0,3 km.

AYO BACA : Api Lalap Hutan Gunung Ciremai, Pendaki Dievakuasi


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar