Yamaha NMax

Hewan Kurban Sehat Harus Diperhatikan dari Asupannya

  Jumat, 09 Agustus 2019   Irpan Wahab
ilustrasi peternakan sapi. (dok. ayobandung.com)

TASIKMALAYA, AYOCIREBON.COM -- Selain harus memenuhi syarat sesuai ajaran Islam, memilih hewan kurban juga harus dilihat dari kesehatannya. Jangan sampai, hewan kurban yang dibeli berpenyakit. Termasuk si hewan disinyalir mengandung logam timbal (Pb) cukup tinggi. Contohnya pada sapi yang notabene dijadikan hewan kurban.

Sapi yang mengandung logam timbal di antaranya sapi yang sering memakan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. Sapi-sapi itu, sehari-hari diberi makan sampah-sampah seperti yang terlihat di TPA Ciangir, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya.

Selain mengandung logam timbal, daging sapi pemakan sampah juga disinyalir mengandung bakteri eqoli. Adanya sapi pemakan sampah itu mendapatkan tanggapan dari Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kota Tasikmakaya Zulyaden. Ia menuturkan, masyarakat harus benar-benar teliti dalam memilih sapi untuk hewan kurban. Kendati begitu, pihaknya belum bisa membatasi peredaran sapi yang mengindikasikan memiliki kandungan logal timbal.

"Secara kasat mata tidak ada bedanya dengan sapi lainnya, namun jika diperiksa dagingnya baru diketahui. Walaupun warga akan berkurban dengan sapi sampah sebaiknya di karantina dahulu antara 3-6 bulan untuk menormalkan kembali zat zat yang ada di tubuhnya," kata Zulyaden, Jumat (9/8/2019).

AYO BACA : 7% Sapi di Tasik Belum Layak Kurban

Bahkan, Zulyaden menegaskan, sapi pemakan sampah tidak layak dijadikan hewan kurban. Meskipun secara aturan dan syarat agama tidak menyinggung kesehatan secara eksplisit, namun kesehatan hewan kurban dari sisi asupannya harus diperhatikan karena akan berpengaruh terhadap kualitas dagingnya.

"Sapi pemakan sampah itu termasuk tidak layak untuk di jadikan hewan qurban karena sapi makanannya dari sampah dan itu akan mempengaruhi kesehatan dan kualitas sapi," kata Zulyaden.

Zulyaden mengimbau, kepada warga agar selektif jika membeli hewan qurban terutama untuk sapi dengan meminta surat keterangan sapi tersebut dan dinyatakan sehat.

Pilih Sapi Sehat dan Berkualitas Untuk Kurban

AYO BACA : Ritual Kurban Refleksikan Pengikisan Sifat Kebinatangan

Dalam memilih sapi untuk berkurban, ada beberapa kriteria harus diperhatikan. Selain tentunya umur sapi harus di atas dua tahun atau ditandai dengan sudah copotnya dua gigi sapi, kesehatan sapi pun harus menjadi pertimbangan.

Penjual Sapi Warga Cikeleng Desa Singaparna, Kecamatan Singaparna Musa menuturkan, dalam memilih hewan kurban, bisa dilihat dari postur tubuh sapi. Secara kasat mata, sapi yang sehat dilihat dari postur tubuh sapi. Tubuh sapi terlihat kekar dan segar.

"Kalau yang sakit atau berpenyakit itu terlihat sapinya kering, tidak terlihat segar. Matanya juga tidak bening, " papar Musa.

Musa menambahkan, tidak ada salahnya pula pembeli menanyakan kondisi sapi kepada penjual. Baik asal usul sapi, makanan yang diberikan dan kesehatan sapi hingga waktu pemeriksaan kesehatan hewan. Namun, dengan gencarnya pemeriksaan hewan kurban terutama sapi oleh petugas kesehatan memudahkan para pembeli untuk mengetahui atau memastikan kualitas sapi.

"Kan, sekarang lebih mudah, sapi yang layak kurban dan sehat selalu diberi pin oleh petugas pemeriksa. Nah pembeli bisa mengacu kepada pin itu. Kalau tidak berkualitas atau sakit, pedagang juga bkalan rugi menjualnya dan beban ke pembeli," pungkas Musa

AYO BACA : Dermawan Mindset, Habit, dan Effect: Membentuk Logika Filantropi dalam Berkurban


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar