Yamaha Aerox

Indonesia Tak Bisa Hindari Pemanfaatan Nuklir

  Senin, 26 Agustus 2019   Nur Khansa Ranawati
ilustrasi. (Pixabay)

BANDUNG, AYOCIREBON.COM -- Saat ini, pemanfaatan nuklir di Indonesia di berbagai bidang mulai terus berkembang. Mulai dari bidang kedokteran hingga energi terbarukan, nuklir kini menjadi bagian yang tak terpisahhkan.

Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Menteri Bidang Relevansi dan Produktivitas Kementrian Riset, Teknologi dna Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Agus Puji Prasetyono. Dia mengatakan, pemanfaatan nuklir saat ini bahkan telah menjadi keharusan mengingat sumber energi konvensional berangsur menipis.

"Pemanfaatan nuklir tidak bisa dihindari dan harus dilakukan kalau Indonesia mau maju dan berdaya saing. Untuk kesehatan dan energi, sekarang dibutuhkan," ungkapnya ketika berbicara dalam konferensi pers Seminar Keselamatan Nuklir 2019 : Regulasi dan Keselamatan Nuklir untuk Menyongsong Era Industri 4.0 di Bale Rumawat Unversitas Padjajaran Bandung, Senin (26/8/2019).

AYO BACA : Akui HUT RI, Kota di Negara Bagian AS Deklarasikan Hari Indonesia

Meski demikian, tren pemanfaatan nuklir di Indonesia yang tengah berkembang ini bukan tanpa hambatan. Pasalnya, hal ini juga cukup berbanding lurus dengan jumlah pelanggaran aspek kemananan nuklir di kalangan pengelolanya. Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) mengatakan, setidaknya tahun ini terdapat 14 pelanggaran pemanfatan nuklir di Indonesia.

"Mayoritas terjadi di Sumatera Utara. Tahun kemarin ada 44 pelanggaran. Kasusnya kebanyakan menggunakan nuklir tanpa izin, dan impor nuklir tanpa izin. Ada sejumlah izin mereka yang belum beres," ungkapnya ketika ditemui dalam kesempatan yang sama.

Dirinya mengatakan, konsekuensi bagi pelanggar adalah denda maksimal Rp100 juta rupiah dan penyitaan alat pemanfaatan nuklir yang mereka miliki. Pihaknya juga mengatakan, ketegasan regulasi pemanfaatan nuklir juga diterapkan di rumah sakit.

AYO BACA : Guru Honorer SMPN 2 Suranenggala Buka Perpustakaan Keliling demi Masa Depan

Guna mengurangi angka pelanggaran dan memudahkan perizinan, di masa yang akan datang pihaknya bakal mengupayakan sistem perizinan yang terintegrasi dengan informasi teknologi yang memadai.

"Memang belum terlaksana, tapi kami inginnya nanti pengelola pemanfaatan nuklir bisa tahu apa saja kelengkapan yang masih kurang dengan mudah, cukup scan barcode lalu keluar keterangannya," ungkapnya.

Hal ini juga dinilai menjadi aspek yang krusial dalam kemajuan pemanfaatan nuklir di Indonesia, terutama dalam pengolahan dan pengelolaan PLTN. Lancarnya urusan perizinan dan keamanan dinilai dapat memudahkan pemanfaatan tenaga ini untuk terus berkembang.

"PLTN sangat kami dorong, tapi regulasinya harus dimantapkan dulu. Kami ini kan yang 'ngegas', sementara Bappetan 'mengerem'. Kalau 'mengerem' nya terlalu kuat juga jadinya susah. Diharapkan dengan berkurangnya angka-angka pelanggaran keselamatan nuklir di Indonesia, pemanfaatannya juga dapat lebih cepat berkembang," ungkap Agus.

AYO BACA : Tangkap Baby Lobster Senilai Rp27 Miliar, Seorang Pria di Sukabumi Dicokok Polisi


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar