Yamaha Aerox

Ibu Kota Negara Pindah, ASN Sepakat?

  Senin, 26 Agustus 2019   Husnul Khatimah
Presiden Joko Widodo berjalan seusai memberikan keterangan pers terkait rencana pemindahan Ibu Kota Negara di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8/2019). Presiden Jokowi secara resmi mengumumkan keputusan pemerintah untuk memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan Timur. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

BOGOR, AYOCIREBON.COM -- Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (Menpan-RB) Syafruddin berpendapat bahwa tidak ada di antara Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan menolak jika ibu kota negara berpindah ke Kalimantan.

"Enggak, enggak, tidak ada yang menolak," ujar Syafruddin ditemui ayobogor.com usai meresmikan Mal Pelayanan Publik Kota Bogor, Senin (26/8/2019).

AYO BACA : Indonesia Tak Bisa Hindari Pemanfaatan Nuklir

Sementara itu, hasil lembaga survei Indonesia Depelovement Monitoring menyebutkan bahwa sebanyak 94,7% ASN tolak pemindahan ibu kota karena ASN akan ikut pindah bertugas jika ibu kota pindah ke Kalimantan.

Menjawab survei tersebut, lagi-lagi Syafruddin memastikan tak akan ada ASN yang akan menolak jika harus pindah ke Kalimantan. "Siapa bilang, enggak, tidak ada yang menolak, kata siapa menolak, tidak ada yang menolak," katanya.

AYO BACA : Akui HUT RI, Kota di Negara Bagian AS Deklarasikan Hari Indonesia

Namun saat ditanya apakah akan ada sanksi yang akan diberikan kepada ASN jika menolak untuk berpindah tugas ke Kalimantan Syafruddin tidak menjawabnya secara lugas dan kembali melontarkan pendapat bahwa tak akan ada ASN yang akan menolak.

"Enggak ada yang menolak, kata siapa," katanya.

Seperti diketahui setelah menetapkan bahwa ibu kota baru akan berada di Pulau Kalimantan, pemerintah juga akan segera menetapkan lokasi ibukota yang baru.

"Lokasinya dimana, itu bapak presiden yang punya wewenang," kata Syafruddin.

AYO BACA : Siap-siap, BMKG Prediksi Hujan Deras 23-25 Agustus


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar