Yamaha

Mengingat Kisah Nabi Yusuf Saat Kemarau Panjang

  Rabu, 28 Agustus 2019   Republika.co.id
ilustrasi. (Pixabay)'

CIREBON, AYOCIREBON.COM -- Kemarau tak hanya terjadi sekarang. Jauh sebelumnya, saat masa Nabi Yusuf as, musim itu terjadi. Berawal dari mimpi raja Mesir kala itu, takwil mimpi dari Nabi Yusuf terbukti bisa menyelamatkan penduduk Mesir dari kelaparan akibat musim kemarau panjang.

Dikisahkan, raja Mesir di zaman Nabi Yusuf bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina gemuk dimakan tujuh sapi betina kurus dan tujuh bulir gandum hijau serta tujuh bulir gandum kering. Sang raja yang merasa penasaran lantas memanggil para penafsir mimpi untuk menguak makna mimpi itu. Namun, para ahli penafsir mimpi hanya mengatakan bahwa mimpi itu tak berarti.

Raja yang tidak puas dengan jawaban tersebut kemudian mencari tahu siapa orang yang mampu menafsirkan mimpi dengan baik. Pelayan istana mengarahkan sang raja kepada Nabi Yusuf yang saat itu tengah terkurung dalam penjara.

AYO BACA : Para Penyanyi Amerika Bantu Orang Indonesia Belajar Bahasa Inggris

Nabi Yusuf lantas menjelaskan bahwa mimpi itu adalah peringatan dari Sang Pencipta akan terjadinya masa tujuh tahun dengan air yang subur dan melimpah serta tujuh tahun berikutnya musim paceklik di mana sungai Nil mengering.

Pakar Alquran Indonesia, Dr KH Ahsin Sakho Muhammad, mengatakan sungai Nil di Mesir kala itu menjadi sumber air yang mengairi lahan-lahan tanaman di negeri Piramida tersebut. Jika sungai Nil mengering, tentunya penduduk Mesir akan kesulitan, terutama dalam bercocok tanam.

Karena itulah, Nabi Yusuf menyarankan agar masyarakat bercocok tanam selama tujuh tahun yang subur itu. Setelah dipanen, hasilnya agar disimpan dengan baik sebagai persediaan untuk masa tujuh tahun musim paceklik.

AYO BACA : Atasi Defisit, Kemenkeu Usulkan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Nabi Yusuf menyarankan agar biji-bijian dari gandum tidak dipisahkan dari tangkainya sehingga bertahan lebih awet. Masyarakat agar memakan hasil panen itu sekedarnya dan tidak berlebihan. Atas saran Nabi Yusuf itulah, masyarakat Mesir memiliki persediaan pangan selama musim kemarau terjadi dan mereka tidak kelaparan. Setelah hujan datang kembali, masyarakat dapat bercocok tanam kembali dan menikmati hasil panennya.

Raja pun mengapresiasi saran Nabi Yusuf dan membebaskannya dari segala dakwaan. Bahkan, raja mengangkat Nabi Yusuf menjadi orang dekatnya. Ia menjadi bendahara negara karena kemampuannya yang pandai menjaga harta dan berpengetahuan tentang hal tersebut.

Kiai Ahsin Sakho mengatakan, ada hikmah yang bisa dipetik dari kisah musim kemarau di masa Nabi Yusuf ini. Menurutnya, masyarakat terutama pemerintah di masa kini bisa mengambil pelajaran akan ketahanan pangan dari kisah Nabi Yusuf tersebut.

Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan para pakar yang bisa memprediksi musim yang akan datang, Kiai Ahsin mengatakan pemerintah seharusnya memiliki kebijakan dalam menghadapi musim paceklik atau kemarau. Sebab, kata dia, pemerintah memiliki kewajiban untuk melindungi masyarakatnya dari kesulitan pangan.

"Pemimpin atau penguasa hendaknya mendorong dan menjamin agar masyarakatnya memiliki ketahanan pangan, harus bisa mempertahankan makanan bagi penduduk di negerinya," kata Kiai Ahsin, saat dihubungi Republika.co.id, Senin (26/8/2019) malam.

AYO BACA : Ruang Interaksi Itu Diberi Nama Taman Cirebon


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar