Yamaha NMax

BI Cirebon Dorong UMKM Jualan di Pasar Online

  Jumat, 30 Agustus 2019   Erika Lia
Penggunaan media sosial (medsos) oleh pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk menjual produknya dinilai belum optimal. Karena itu, BI Cirebon mendorong UMKM< mengoptimalkan pasar online. (Erika Lia/Ayocirebon.com)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Penggunaan media sosial (medsos) oleh pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk menjual produknya dinilai belum optimal.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Cirebon Fadhil Nugroho mengungkapkan, belum optimalnya pemanfaatan medsos dalam pemasaran produk UMKM karena pelaku UMKM menggunakan akun pribadi.

AYO BACA : Puluhan Penyelenggara Keuangan Non Bank Ilegal Ditemukan di Cirebon

"Akibatnya, pasar yang diraih masih dalam skala kecil," ujarnya seusai pelatihan pemanfaatan platform digital bagi 79 pelaku UMKM se-Wilayah Cirebon, Jumat (30/8/2019).

Dia meyakinkan, platform digital akan membuat produk-produk UMKM dikenal di pasar yang lebih luas. E-commerce disebutnya potensial meningkatkan kuantitas penjualan suatu produk dan meraup omzet berlipat dibanding pemasaran konvensional.

AYO BACA : Sudah Tak Digaji, TKW Indramayu Tertahan di Qatar 13 Tahun

Wilayah Cirebon, sebutnya, memiliki sejumlah produk unggulan, mulai dari kuliner khas, makanan olahan, kerajinan tangan, dan lainnya. Namun, komoditas itu belum dapat bersaing optimal dengan produk lain yang sudah lebih dulu ada pada e-commerce.

"Setiap daerah pasti punya produk unggulan, di Cirebon juga ada. Hanya, mereka (pelaku UMKM) mampu memproduksi, tapi belum maksimal dalam penjualan," ungkapnya.

Dia mengatakan, sebelum memasuki pasar yang lebih luas, apalagi penjualan secara daring, pelaku UMKM perlu melakukan penyesuaian. Langkah ini harus dilakukan mulai dari strategi pemasaran, metode penjualan, pengemasan produk, hingga perhatian pada kualitas produk.

Dia menekankan, bila menghendaki peminat dari pasar global, penyedia produk harus berkualitas baik, kemasan menarik, dan harga yang bersaing. Bila hal-hal itu tak dicermati, pelaku UMKM akan terlindas produk-produk impor.

"Jangan sampai yang dijual di (pasar) online dikuasai produk-produk impor. Kita jangan mau kalah dan ketinggalan," tandasnya.

AYO BACA : Ibu Kota Jabar Pindah ke Segitiga Rebana Dinilai Bijak


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->