Yamaha

Opsi Pusat Pemerintahan Jabar Masih Minim Transportasi

  Selasa, 03 September 2019   Mildan Abdalloh
Ilustrasi -- Pusat Pemerintahan Jawa Barat. (Irfan Al-Faritsi/Ayobandung.com)

BANDUNG, AYOCIREBON.COM -- Tegalluar, Walini, dan Segitiga Rebana, dijadikan opsional oleh Gubernur Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil, sebagai tempat bilamana pusat pemerintahan Jawa Barat mesti pindah dari Kota Bandung.

Dari tiga lokasi tersebut, setidaknya dua diantaranya masih kekurangan sarana transportasi. Dua wilayah tersebut adalah Tegalluar dan Walini.

Di Tegalluar saat ini hanya terdapat dua trayek angkot. Begitu juga dengan Walini yang masih minim sarana trasportasi.

AYO BACA : Pemindahan Pusat Pemerintahan Jabar Akan Dibahas Bersama Dewan

Akademisi Teknik Sipil Unika Soegojaranata, Djoko Setijowarno mengatakan, jika ingin memindahkan pusat pemerintahan, Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jawa Barat harus menyediakan sarana transportasi umum di lokasi baru.

"Hukumnya wajib ada. Sesuai dengan Pasal 138 sampai 138 UU LLAJ," tutur Djoko, Selasa (3/9/2019).

Pembangunan sarana transportasi, kata Djoko, menjadi keharusan dilakukan di pusat pemerintahan untuk mempermudah aksebilitas masyarakat.

AYO BACA : Jabar Timur Pusat Pemerintahan, Uu Lempar Opini ke Publik

"Bukan hanya memudahkan sarana transportasi pribadi, tapi transportasi umum juga harus disediakan," katanya.

Walaupun di Tegalluar misalnya akan ada exit tol Purbaleunyi dan Cigatas, namunĀ  aksebilitas tersebut sebagian besar digunakan untuk kendaraan pribadi. Pun dengan KCIC yang hanya berorientasi untuk perjalanan luar provinsi khususnya ke Jakarta.

"Ini yang harus menjadi perhatian. Bangunlah sarana dan prasarana trasportasi yang berorientasikan pada mobilitas manusia," katanya.

Mobilitas manusia bisa diwujudkan dengan menyediakan transpotasi umum, seperti AKDP (angkutan kota dalam provinsi).

"Bus sudah cukup. Kalau perlu bus listrik yang lebih ramah dan mudah untuk dikerjakan," katanya.

Djoko mendorong jika Pemprov Jabar akan memindahkan pusat pemerintahan harus dilakukan sinkronisasi perncanaan antara urban planing dan transport planing.

AYO BACA : Ibu Kota Jabar Pindah ke Segitiga Rebana Dinilai Bijak


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar