Yamaha

Perseketuan Gereja Indonesia Harapkan Situasi Papua Segera Aman

  Selasa, 03 September 2019   Ananda Muhammad Firdaus
Massa dari Forum Masyarakat Jawa Barat dan Papua untuk NKRI (Formas Japri) melakukan aksi damai di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (2/9/2019). Dalam aksinya, mereka menuntut segera hentikan segala bentuk kekerasan di tanah Papua, dan waspadai aksi provokasi dengan isu SARA dan HAM di tanah Papua untuk kepentingan asing. Selain itu, mereka juga menyerukan Papua Damai, Papua NKRI. (Irfan Al-Faritsi/Ayobandung.com)

JAKARTA, AYOCIREBON.COM -- Situasi di Papua diharapkan segara aman dan damai. Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) mengharapkan itu agar terciptanya keadilan bagi masyarakat Papua di berbagai daerah lainnya.

"PGI tentu berharap ada situasi yang damai dan aman dan jika seandainya memang ada orang-orang yang mengganggu, menciptakan anarkisme, itu bisa ditertibkan dan dibawa ke ranah hukum. Hukum ditegakkan," ungkap Ketua PGI Pendeta Albertus Patty ketika dihubungi di Jakarta Pusat, Selasa (3/9/2019).

AYO BACA : Prof Hamka Disanjung JK Kuasai Berbagai Hal

Menurut dia, selain usaha untuk menciptakan kedamaian di Papua, diharapkan segera dilakukan langkah-langkah untuk menciptakan keadilan dan kesetaraan bagi masyarakat Papua baik untuk yang tinggal di daerah tersebut atau yang berada di wilayah lain di Indonesia.

Usaha konkret itu, menurut Albertus, tidak hanya harus dilakukan oleh pemerintah tapi juga masyarakat Indonesia secara keseluruhan untuk merangkul masyarakat Papua sebagai saudara sebangsa dan setanah air.

AYO BACA : Opsi Pusat Pemerintahan Jabar Masih Minim Transportasi

Lebih lanjut, menurut Albertus, gereja sendiri merasa prihatin dengan situasi yang tengah terjadi di Papua namun tetap berharap pendekatan yang dilakukan bukan dengan pendekatan keamanan, tapi harus dilakukan dialog agar tercipta kedamaian.

"Pesan damai dari PGI adalah bahwa marilah kita memperlakukan setiap warga Indonesia, termasuk orang Papua, sebagai saudara bersaudara. Ada banyak orang dari berbagi etnis ke Papua, hidup di sana dengan nyaman diterima oleh orang Papua. Jadi kalau ada orang Papua tinggal di kota lain, terimalah mereka sebagai warga bangsa yang kita cintai ini," katanya.

Sebelumnya, terjadi beberapa demonstrasi menentang tindakan rasis terhadap mahasiswa Papua. Demonstrasi terjadi di beberapa kota di Papua dengan yang terakhir terjadi di kota Jayapura pada 29 Agustus 2019.

Akibat demonstrasi yang diwarnai kerusuhan tersebut beberapa bangunan dan fasilitas umum mengalami kerusakan termasuk kantor-kantor pemerintah di Jayapura.

AYO BACA : ACT Terjunkan 12 Humanity Water Tank untuk Atasi Kekeringan di KBB


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar