Yamaha NMax

Waspadai Mikroplastik! 26% Ikan di Indonesia Konsumsi Ini

  Selasa, 03 September 2019   Erika Lia
Dubes Republik Korea, Kim Chang Beom (bertopi, mengenakan ikat hias biru) membersihkan pantai Cirebon dari sampah plastik bersama sekitar 150 orang, termasuk dari Kemenko Bidang Maritim, ITB, maupun Pemkot Cirebon, Selasa (3/9/2019). (Erika Lia/Ayocirebon.com)

LEMAHWUNGKUK, AYOCIREBON.COM -- Konsumsi mikroplastik oleh penghuni laut, salah satunya ikan, dikhawatirkan memengaruhi pola konsumsi ikan masyarakat. Ikan yang mengonsumsi mikroplastik dipastikan akan membahayakan kesehatan manusia itu sendiri.

Disarikan dari berbagai sumber, mikroplastik berupa potongan plastik yang sangat kecil dan dapat mencemari lingkungan. Meski ada berbagai pendapat ihwal ukurannya, mikroplastik didefinisikan berdiameter kurang dari 5 mm.

Mikroplastik menjadi salah satu efek ikutan yang melekat pada isu sampah plastik yang memenuhi perairan dunia. Indonesia dalam hal sampah plastik disebut sebagai penyumbang terbesar kedua di dunia.

Setidaknya terdapat dua jenis mikroplastik, masing-masing mikro primer yang diproduksi langsung untuk produk tertentu yang dipakai manusia, seperti sabun, deterjen, kosmetik, dan pakaian. Selain itu mikro sekunder dari penguraian sampah plastik di lautan.

AYO BACA : Sudahkah Anda Membawa Kantong Belanja Reusable? Yuk, Mulai Dari Sekarang!

Mikroplastik dapat ditelan organisme-organisme hingga akhirnya mengalami bioakumulasi pada predator puncak, termasuk manusia. Mikroplastik telah ditemukan dalam kotoran manusia, bahkan garam menjadi salah satu sumber utama masuknya mikroplastik ke dalam tubuh manusia.

Meski begitu, efek mikroplastik terhadap kesehatan saat ini masih diteliti. Hanya, Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa yang juga Pelaksana Tugas Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Agung Kuswandono mengatakan, menyantap ikan atau penghuni laut yang mengonsumsi mikroplastik berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.

"Ibu hamil salah satunya, kalau dia makan ikan yang mengonsumsi mikroplastik, pertumbuhan anaknya bisa jadi bermasalah," katanya di sela Gerakan Aksi Bersih Pantai dari Sampah Plastik di Pantai Cirebon, Selasa (3/9/2019).

Gerakan itu diikuti sekitar 150 orang dari berbagai kalangan. Selain Agung, kegiatan itu dihadiri Duta Besar Republik Korea, Kim Chang Beom, Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Kadarsah Suryadi, Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis, perwakilan lintas K/L, pemerintah kota dan kabupaten Cirebon, PT. Pelindo II Cabang Cirebon, dan KSOP Kelas II Cirebon, pelajar SMA dan MAN Kabupaten/Kota Cirebon, serta komunitas (world clean up day), dan duta lingkungan Indonesia.

AYO BACA : Belanja? Jangan Lupa Bawa Kantong Sendiri Ya...

Dia tak menampik, mikroplastik telah menjadi persoalan di balik problem sampah plastik yang memenuhi perairan Indonesia. Di perairan Amerika, imbuhnya, sedikitnya 60% ikan diketahui telah mengonsumsi mikroplastik.

Sementara, dia memperkirakan, 26% ikan di perairan Indonesia mengonsumsi mikroplastik. Angka ini terbuka bertambah besar.

"Sekitar 26% ikan di Indonesia makan mikroplastik. Jumlahnya bisa jadi bertambah kalau nggak ada action dari kita semua," tuturnya.

Tak hanya manusia, mikroplastik pun mengancam kelangsungan hidup penghuni laut itu sendiri. Dia mengungkapkan, seluruh perairan di Indonesia telah kotor dengan sampah plastik.

Dia mengingatkan, setiap orang harus memandang perairan sebagai aset. Kondisi perairan Indonesia yang memprihatinkan, menurutnya, sudah harus ditangani lebih serius.

"Semua pantai dan laut di Indonesia kotor dengan sampah plastik. Penangannya harus lebih serius, jangan lagi sekedar sambil lalu," tegasnya.

AYO BACA : TPS Mobile Akan Disebarluaskan di Cirebon


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar