Yamaha

Gemuruh Dunia Maya Tak Seperti Situasi Papua Kini

  Rabu, 04 September 2019   Ananda Muhammad Firdaus
Penari menampilkan tarian FU Papua dalam pagelaran budaya bertajuk Merajut Nusantara di kawasan Monas, Jakarta, Senin (2/9/2019). Pagelaran budaya tersebut dalam rangka membangkitkan semangat persatuan dan kesatuan Indonesia. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

MANOKWARI, AYOCIREBON.COM -- Pemandangan berbeda diutarakan Kapolda Papua Barat Brigjen Herry Rudolf Nahak soal situasi di wilayahnya. Menurutnya, situasi Papua seperti yang disebutkan di dunia maya tak sama dengan kondisi riil. 

"Di permukaan memang sudah cukup aman tapi di dunia maya, masih banyak konten hoaks dan provokatif terkait Papua. Sehingga Kominfo belum bisa membuka blokir jaringan internet secara total," kata Kapolda di Manolwari, Rabu (9/4/2019).

AYO BACA : Perseketuan Gereja Indonesia Harapkan Situasi Papua Segera Aman

Informasi dari Mabes Polri sesuai data Kominfo, sebut Kapolda, setidaknya ada 500 ribu kanal atau URL menyebarkan informasi negatif tentang Papua. Pemblokiran internet dilakukan untuk membendung agar hal itu tidak berpengaruh terhadap situasi keamanan baik di Papua maupun Papua Barat.

Nahak mengemukakan, 500 ribu kanal tersebut seluruhnya menyebarkan isu provokatif dan berita bohong tentang Papua, di antaranya informasi yang bersifat politis dan mengarah pada referendum.

AYO BACA : Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Atasi Defisit?

"Secara umum kita aman, hari ini tidak ada gerakan massa demonstrasi. Kemarin ada demo, dan itu hanya di Manokwari berlangsung aman. Sedangkan daerah lain seluruhnya landai dan masyarakat beraktivitas seperti biasa," kata Herry lagi.

Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara pada kesempatan sebelumnya di Jakarta menyatakan hingga 2 September 2019 pihaknya mendeteksi setidaknya ada 555 ribu URL atau kanal yang digunakan untuk menyebarkan hoaks. URL penyebar hoaks Papua terdeteksi berasal dari luar negeri yang berada di 20 negara, diantaranya di wilayah Eropa.

Menurutnya, dari 500 ribu lebih URL tersebut, 100 ribu lebih di antaranya orisinal akun memposting hoaks. Penyebaran hoaks provokasi yang sifatnya mengadu domba tertinggi, dicatat pada 30 Agustus 2019 yang angkanya mencapai 75 ribu.

Kapolda menambahkan, aparat pengamanan saat ini masih terus bersiaga mengantisipasi gangguan keamanan di provinsi tersebut. Personil Brigade Mobil yang di-BKO-kan dari sejumlah Polda wilayah Indonesia Tengah dan Timur masih berada Papua Barat.

"Kehadiran mereka untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, sekaligus untuk mempercepat proses pemulihan," ujar Kapolda lagi.

AYO BACA : Pemerintah Mesti Antisipasi Harga Beras Musim Kemarau


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar