Yamaha NMax

417.161 Anak di Indramayu Disyaratkan Miliki KIA

  Kamis, 05 September 2019   Erika Lia
Bupati Indramayu Supendi menyerahkan KIA kepada sejumlah anak-anak saat peluncurannya, Rabu (5/9/2019). (Istimewa)

INDRAMAYU, AYOCIREBON.COM -- Sedikitnya 417.161 jiwa atau 22,44% dari total penduduk Kabupaten Indramayu terdata sebagai anak-anak. Mereka kini disyaratkan memiliki Kartu Identitas Anak (KIA).

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Indramayu, Moh. Iskak Iskandar menyebutkan, KIA diberikan kepada anak berusia 0-17 tahun kurang satu hari.

"Jumlah anak usia 0-17 tahun di Kabupaten Indramayu mencapai 417.161 jiwa atau 22,44% dari jumlah penduduk Kabupaten Indramayu," sebutnya, Rabu (4/9/2019).

Dia mengingatkan, anak-anak harus mendapat bukti identitas penduduk yang bersifat nasional dan terintegrasi dalam sistem informasi administrasi kependudukan Kementerian Dalam Negeri.

Pemberian KIA kepada anak, jelasnya, akan mendorong peningkatan pendataan, perlindungan, serta pelayanan publik. Pada gilirannya, hak terbaik bagi anak akan terpenuhi.

AYO BACA : Sekarang Indramayu Punya Kartu Identitas Anak

Manfaat bagi anak telah memiliki KIA di antaranya berupa akses data dukcapil yang didapatkan pihak sekolah dengan memasukkan nomor NIK. Dengan begitu, siswa tak perlu lagi mengumpulkan berbagai berkas untuk dikumpulkan di sekolah.

KIA juga bisa dimanfaatkan untuk berbagai kemudahan, seperti diskon untuk pembelian buku. Hal ini memungkinkan Disdukcapil bekerjasama dengan berbagai toko buku.

Pemerintah Kabupaten Indramayu sendiri diketahui telah meluncurkan KIA sebagai rangkaian dari kegiatan Pencanangan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA).

Bupati Indramayu, Supendi mengatakan, berbagai pelayanan publik mengharuskan konsumen memiliki dokumen kependudukan untuk urusan pengadministrasian.

"Inilah salah satu contoh pentingnya memiliki dokumen kependudukan bagi masyarakat," ujarnya.

AYO BACA : Kepala Daerah Berpotensi Jadi Menteri Jokowi

Perilaku tertib administrasi kependudukan berupa kepemilikan dokumen kependudukan, lanjutnya, dapat dimulai di lingkungan keluarga sebagai lingkup terkecil.

Dia pun mengingatkan masyarakat untuk menyadari pentingnya data kependudukan sebagai satu-satunya data yang digunakan untuk semua kepentingan.

Di sisi lain, aparatur pada instansi pemerintah terkait selaku pelayan publik harus pula meningkatkan pelayanan, berinovasi, hingga menyederhanakan mekanisme dan syarat pelayanan administrasi kependudukan demi kepuasan masyarakat.

"Saya menugaskan kepala Disdukcapil untuk melaksanakan dan bertanggung jawab atas terwujudnya GISA dalam skala kabupaten," tegasnya.

Sementara, Direktur Pendaftaran Penduduk Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri RI, David Yama di Indramayu menjelaskan, GISA merupakan gerakan nasional untuk meningkatkan kesadaran masyarakat atas pentingnya dokumen, data kependudukan, dan manfaatnya.

"Empat hal yang menjadi fokus GISA yakni sadar kepemilikan dokumen kependudukan, sadar pemutahiran data kependudukan, sadar pemanfaatan data kependudukan, dan sadar melayani administrasi kependudukan," tuturnya.

AYO BACA : Ayo Bayar Pajak di Samling dan Samdong Polres Cirebon


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar