Yamaha NMax

Kemarau Panjang, Empat Desa di Kuningan Kekurangan Air Bersih

  Selasa, 17 September 2019   Erika Lia
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Arnas Padda)

KUNINGAN, AYOCIREBON.COM -- Sedikitnya empat desa di Kabupaten Kuningan kekurangan air bersih sampai kini.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin menyebutkan, keempat desa yang kekurangan air bersih itu, masing-masing Desa Cihanjaro, Desa Simpayjaya, dan Desa Sukasari di Kecamatan Karangkancana, serta Desa Cileuya di Kecamatan Cimahi.

"Di empat desa itu jumlah warga yang kekurangan air bersih mencapai 3.653 jiwa atau 1.164 kepala keluarga (KK)," katanya, Selasa (17/9/2019).

Dari jumlah itu, 1.391 jiwa atau 411 KK berasal dari Desa Cileuya, Kecamatan Cimahi. Selain itu, 2.262 jiwa atau 753 KK tersebar di tiga desa di Kecamatan Karangkancana.

Desa-desa itu, imbuhnya, telah dilanda kekurangan air bersih sejak 9 Agustus 2019. Musim kemarau panjang menjadi sebab kondisi tersebut.

Sejauh ini, pendistribusian bantuan air bersih telah dilakukan untuk warga di empat desa tersebut. Jumlah air yang telah didistribusikan ke empat desa itu sendiri sampai kini terus bertambah.

Dia menyebutkan, sudah 646.000 liter air bersih yang didistribusikan bagi warga di empat desa itu. Dari jumlah itu, distribusi air bersih terbanyak ke Desa Simpayjaya sebanyak 242.000 liter dan Desa Cihanjaro 219.000 liter.

"Sisanya 100.000 liter untuk Desa Sukasari dan 85.000 liter untuk Desa Cileuya," ujarnya.

Dari 646.000 liter air bersih yang didistribusikan itu, 330.000 liter berasal dari BPBD Kabupaten Kuningan. Sementara, 200.000 liter dari PDAM Kuningan, 55.000 liter dari AMCF Bandung, 45.000 liter dari Baznas Kuningan, dan 16.000 liter dari Polres Kuningan.

Sementara itu, Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Kertajati, Kabupaten Majalengka, Ahmad Faa Izyn mengatakan, saat ini puncak kemarau masih melanda Wilayah Cirebon. Situasi itu akan terus berlangsung hingga akhir September nanti.

"Menghadapi musim kemarau masyarakat diimbau mewaspadai potensi bahaya kekeringan akibat makin berkurangnya air di sumber-sumber air, krisis air bersih, meningkatnya potensi gagal panen, sampai kenaikan harga komoditas pertanian,'' paparnya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar