Yamaha NMax

Wagub Jabar Ancam Demo Jika Film Santri Tayang

  Selasa, 17 September 2019   Nur Khansa Ranawati
Film The Santri

CIDADAP, AYOBANDUNG.COM -- Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyatakan tak setuju terhadap nilai yang terkandung dalam film terbaru garapan Livi Zheng, The Santri.

Selepas menonton trailer film yang juga diinisiasi oleh PBNU tersebut, Uu menilai ada sejumlah adegan dalam film tersebut yang dianggap tidak merepresentasikan kehidupan sehari-hari para santri di pondok pesantren.

"Saya sebagai panglima santri dan komunitas pesantren merasa kurang sepakat dengan karakter yang diperankan sebagai seorang santri di film tersebut. Ada beberapa kejanggalan yang tidak biasa dilakukan para santri," ungkapnya ketika ditemui selepas menghadiri acara Forum Pemimpin Redaksi di kafe Nara Park, Bandung, Selasa (17/9/2019) sore.

Kejanggalan tersebut, menurutnya, di antaranya adalah penggambaran campur-baur antara perempuan dan laki-laki, saat bersama ke masjid atau saat adegan berbincang berdua.

"Kemudian juga ada dua orang yang dianggap santri itu masuk ke rumah ibadah orang lain," ungkapnya.

Dirinya merasa khawatir hal teresebut dapat dicontoh oleh para santri lainnya. "Karena hari ini tontonan suka menjadi tuntunan. Meskipun saya juga belum bisa menjalani sepenuhnya hal yang dianggap baik oleh santri, tapi kalau diberi contoh seperti film itu ya tidak baik," ungkapnya.

"Santri itu berbeda dengan anak sekolah. Kalau mau tetap seperti itu, filmnya diganti jadi 'The OSIS' saja," tambahnya.

Berharap tidak tayang

Atas penilaiannya tersebut, Uu berharap film The Santri tidak diitayangkan. Pun tayang, dirinya menilai harus ada penyesuaian judul.

"Kami berharap film ini tidak dilanjut, kalaupun dilanjut ada perubahan skenario atau namanya diganti, jangan 'The Santri'. Karena bagaimanapun santri adalah penerus ulama," ungkapnya.

Bila The Santri akhirnya ditayangkan di bioskop di Jawa Barat, Uu mengatakan diirinya bersama komunitas pesantrennya akan melangsungkan unjuk rasa.

"Saya punya Resimen Santri Jabar dan Dewan Eksekutif Santri Jabar. Kalau tetap tayang saya akan demo, bikin gerakan. Tapi tentunya positif dan tidak merusak," pungkasnya.

Sebelumnya, reaksi penolakan film The Santri disampaikan oleh Ketua Umum Front Santri Indonesia (FSI), Hanif Alathas, yang juga merupakan menantu Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Menurut Hanif, film itu tidak mencerminkan akhlak dan tradisi santri yang sesungguhnya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar