Yamaha

Angka Laka Perlintasan KA Meningkat, Daop Imbau Kesadaran Berkendara

  Rabu, 18 September 2019   Erika Lia
Petugas PT KAI Daop 3 Cirebon bersama Polres Cirebon Kota mengampanyekan kesadaran keselamatan berlalu lintas di perlintasan KA. (Erika Lia/Ayocirebon.com)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon Lukman Arif mengungkapkan, sampai kini, terdapat 71 perlintasan sebidang yang dijaga dan 92 perlintasan sebidang tak dijaga di wilayah kerja Daop 3.

Selain itu, ada pula 11 perlintasan liar di sepanjang jalur KA dari Brebes-Tanjungrasa dan Cirebon Prujakan-Songgom. Sementara, perlintasan tidak sebidang, baik berupa flyover maupun underpass, berjumlah 25 perlintasan.

"Perlintasan sebidang merupakan perpotongan antara jalur KA dan jalan yang dibuat sebidang," terangnya, Rabu (18/9/2019).

Dia menuturkan, tingginya mobilitas masyarakat dan meningkatnya jumlah kendaraan yang melintas memicu timbulnya problem baru berupa kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang.

Selain melakukan sosialisasi, pihaknya telah menutup 63 perlintasan tidak resmi pada 2018. Meski tak ditampiknya bukan sesuatu yang mudah, pihaknya tetap melakukan itu demi keselamatan bersama dan sesuai regulasi.

Dalam prosesnya, upaya yang dilakukan pihaknya itu tak jarang beroleh penolakan dari masyarakat. Karenanya, dibutuhkan jalur alternatif bagi masyarakat yang harus dipetakan bersama PT KAI maupun pemerintah pusat atau daerah.

Kesadaran Pelintas Perlintasan Rendah

Namun, sambungnya, yang lebih penting lagi adalah peningkatan kesadaran masyarakat untuk menaati aturan lalu lintas di perlintasan sebidang.

"Pelanggaran lalu lintas di perlintasan sebidang tak cuma merugikan pengendara jalan, tapi juga perjalanan KA itu sendiri yang di dalamnya juga terdapat penumpang dan kru," tandasnya.

Diketahui, angka kecelakaan di perlintasan KA tahun ini meningkat dibanding tahun lalu. Dalam periode yang sama pada 2019, PT KAI Daop 3 Cirebon mendata 47 kasus.

"Sementara, pada 2018 tercatat 35 kasus," katanya.

Dari data tersebut, jumlah korban meninggal 45 jiwa pada 2019 dan pada 2018 sebanyak 40 jiwa.

Kurangnya kesadaran masyarakat pengguna jalan dalam menjaga keselamatan diri di sepanjang perlintasan, menurutnya, menjadi salah satu penyebab kecelakaan di perlintasan KA.

Pihaknya sendiri selama ini tak henti-hentinya menyosialisasikan pentingnya menjaga keselamatan di jalur perlintasan KA.

Tak hanya di perlintasan, kecelakaan KA kerap terjadi pula di pintu kereta atau perlintasan sebidang.

"Kami kembali mengingatkan masyarakat pengguna jalan, kalau melewati perlintasan sebidang dahulukan KA," tegasnya.

Hal itu, imbuhnya, sudah diatur dalam Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, khususnya pada Pasal 114.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar