Yamaha

800.000 Bidang Tanah di Majalengka Belum Bersertifikat

  Selasa, 24 September 2019   Erika Lia
Sebagian warga di Kabupaten Majalengka menunjukkan sertifikat tanah dalam pelaksanaan program PTSL di dua kecamatan, Sindang dan Lemahsugih, Selasa (24/9/2019). (Erika Lia/Ayocirebon.com)

MAJALENGKA, AYOCIREBON.COM -- Sedikitnya 800.000 bidang tanah di Kabupaten Majalengka belum bersertifikat.

Kepala Kantor Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Majalengka, Dedi Purwadi mengungkapkan, kepemilikan sertifikat tanah penting sebagai jaminan kepastian hukum atas tanah.

"Tanpa sertifikat tanah bisa memicu sengketa dan perseteruan lahan di berbagai wilayah di Indonesia," katanya, Selasa (24/9/2019).

Bukan hanya di tengah keluarga, sengketa tanah tak jarang dialami pula para pemangku kepentingan, seperti pengusaha, BUMN, maupun pemerintah pusat dan daerah.

"Sertifikat tanah memberi kekuatan hukum atas tanah yang dimiliki seseorang," tegasnya.

Dalam pelaksanaan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), sejauh ini di Kabupaten Majalengka sudah tercapai setidaknya 62.000 PTSL.

Tahun ini, PTSL dilaksanakan di dua kecamatan, yakni Sindang dan Lemahsugih. Program PTSL di dua kecamatan itu baru mencapai sekitar 70% dan ditarget rampung akhir Desember mendatang.

Pada 2020, pihaknya menargetkan PTSL dilaksanakan di dua kecamatan lain, masing-masing Maja dan Talaga. Kedua kecamatan itu dipilih menjadi fokus PTSL pada tahun depan dengan alasan masih banyak warga belum memiliki sertifikat yang diterbitkan BPN.

"Minat masyarakat di kedua kecamatan itu untuk memiliki sertifikat juga tinggi," cetusnya.

Sesuai ketentuan, pada PTSL dikenai biaya Rp150.000 sebagaimana ketentuan pemerintah. Biaya itu sendiri selanjutnya dikelola pemerintah desa, bukan BPN.

Sementara, Wakil Bupati Majalengka, Tarsono D Mardiana menyebut, persoalan tanah di masyarakat tergolong kompleks karena tak ada kepastian hukum status maupun batas kepemilikan tanah.

"Makanya, program PTSL mempermudah penyelesaian berbagai persoalan itu, apalagi biayanya juga murah," ungkapnya.

Pihaknya menginstruksikan para kepala desa hingga RT untuk mengikutsertakan warganya dalam program PTSL. Semua pihak juga dimintanya menyukseskan program tersebut.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->