Yamaha Mio S

Dilaporkan ke Polisi, Sultan Keraton Kasepuhan Ancam Lapor Balik

  Selasa, 24 September 2019   Erika Lia
Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon, Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat. (Erika Lia/Ayocirebon.com)

LEMAHWUNGKUK, AYOCIREBON.COM -- Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon, Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat berang mengetahui dirinya dilaporkan ke Polda Jabar. Dia pun mengancam melaporkan balik.

Arief diketahui dilaporkan ke polda oleh PT Sunyaragi Mandala Kasa yang mengklaim diri sebagai pemilik sah lahan di Jalan Brigjen Dharsono, tepat di sebelah objek wisata Goa Sunyaragi, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon.

Arief dipolisikan dengan alasan telah mendirikan bangunan di atas tanah itu, yakni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pakungwati. Pengelolaan atas tanah itu pun dituding ilegal karena tanpa izin pemilik sah.

Arief sendiri menegaskan sebagai pemilik sah tanah tersebut. Menurutnya, tanah itu merupakan tanah warisan Sultan Kasepuhan Cirebon.

"Kami sampaikan tanah itu adalah tanah hak turun temurun Sultan Sepuh Kasultanan Kasepuhan Cirebon," tegasnya, Selasa (24/9/2019).

Dia meyakinkan mengantongi bukti kuat atas kepemilikan lahan tersebut, di antaranya berdasarkan sejarah, yurisprudensi putusan Mahkamah Agung RI, dan bukti-bukti lain.

"Tanah tersebut belum pernah ada pelepasan hak dari Sultan Sepuh Keraton Kasepuhan Cirebon," katanya.

Pihaknya merasakan kejanggalan atas klaim dari pihak lain dan bahkan melaporkannya kepada polda dengan tuduhan tanpa izin mengelola tanah milik PT Sunyaragi Mandala Jasa.

"Sampai saat ini kami tak mengetahui atas dasar hukum apa kami dilaporkan ke Polda Jabar," ujarnya.

Dia pun memberi pilihan kepada pelapor, menyelesaikan permasalahan tersebut dengan jalan musyawarah atau melalui jalur hukum. Arief bahkan mengancam melaporkan balik pihak-pihak yang dianggapnya telah mencemarkan nama baik dirinya maupun keraton.

"Kalau ada pihak yang mengklaim, kami persilakan menyelesaikan secara musyawarah. Jika tidak tercapai musyawarah, bisa melalui pengadilan (perdata). Kami akan laporkan balik pihak-pihak yang melakukan pencemaran nama baik ini," tandasnya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->