bank bjb
  
Yamaha

Polusi Kendaraan Dominasi Pencemaran Udara Kota Cirebon

  Senin, 30 September 2019   Erika Lia
Polusi Kendaraan Dominasi Pencemaran Udara Kota Cirebon
Ilustrasi polusi -- Warga tidak memakai masker mengabaikan kesehatan melewati polusi asap yang menyelimuti jalan Pase, Kota Lhokseumawe, Aceh, Selasa (24/9/2019). (ANTARA FOTO/Rahmad)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Polusi kendaraan mendominasi pencemaran udara di Kota Cirebon.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon, Jajang Yaya Suganda mengungkapkan, secara umum tingkat polusi udara Kota Cirebon cukup tinggi.

Hanya, hasil pemantauan pihaknya, kondisi udara kota ini masih terkategori aman dan di bawah ambang batas udara berbahaya.

"Udara Kota Cirebon masih bagus, masih di bawah ambang batas sehingga masih aman untuk dihirup. Tapi polusi udara didominasi dari transportasi, asap kendaraan yang ada di jalan," paparnya, belum lama ini.

Untuk mengetahui dan memantau keadaan udara, pihaknya melakukan pemetaan dan menentukan beberapa titik yang ditandai dengan titik sibuk transportasi.

Dia menyebutkan, sejumlah titik sibuk transportasi di Kota Cirebon, di antaranya kawasan Lawanggada, persimpangan Kalitanjung, persimpangan Perumnas Rajawali, dan pintu masuk Kalijaga.

"Setiap setahun dua kali, kami lakukan pengujian, masing-masing pada musim kemarau dan musim hujan," cetusnya.

Selain polusi kendaraan, di waktu-waktu tertentu, seperti kala musim kemarau, debu akibat aktivitas bongkar muat batu bara di Pelabuhan Cirebon menjadi potensi pencemaran udara di Kota Cirebon.

Debu batu bara bertambah parah ketika angin bertiup kencang. Kota Cirebon selama ini dikenal sebagai daerah yang kerap diterjang angin kumbang.

"Saat kemarau dan angin kencang, debu batu bara sampai sekarang masih dikeluhkan masyarakat," ujarnya.

Meski begitu, hasil pengecekan dan pemantauan pihaknya, kadar debu yang diterbangkan tak sampai terlalu parah mencemari udara.

"Dilihat dari hasil pemeriksaan, kondisi udara pun masih di bawah ambang batas," tegasnya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar