Yamaha

Nelayan Mundu Kerap Terdampar, Cirebon Power Berikan Ini

  Kamis, 17 Oktober 2019   Erika Lia
Lampu suar di perairan Mundu difasilitasi Cirebon Power. (cirebonpower)

MUNDU, AYOCIREBON.COM -- Minim alat navigasi menyebabkan tak sedikit kapal nelayan terdampar hingga tak bisa bergerak di perairan Mundu, Kabupaten Cirebon.

Salah seorang nelayan asal Desa Waruduwur, Kecamatan Mundu, mengungkapkan, nelayan kerap salah arah kala hendak menuju daratan. Akibatnya, kapal jadi terdampar dan tak bisa bergerak.

"Kami harus menunggu cukup lama supaya kapal bisa bergerak lagi karena harus menunggu air pasang dulu," bebernya.

Nelayan lain asal Desa Bandengan, Kecamatan Mundu, Satoni mengatakan, ketika terdampar akibat salah arah, kapal nelayan berpotensi tenggelam. Saat tak bisa bergerak, ombak terus menghantam kapal sehingga air laut terus masuk.

"Pantai di sini sangat dangkal," ujarnya.

Sejauh ini, nelayan di perairan Mundu telah beroleh bantuan dari Cirebon Power berupa dua lampu suar. Kedua lampu itu ditempatkan di Desa Citemu dan Desa

AYO BACA : Apresiasi Cirebon Power bagi 1.000 Siswa SD Berprestasi

Waruduwur sebagai navigasi nelayan seusai melaut menuju daratan.

Diketahui, sedikitnya terdata 900 kapal dengan 2.500 nelayan se-Kecamatan Mundu. Bantuan lampu suar itu pun diapresiasi para nelayan karena dinilai membantu warga setempat yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan.

Carwita menyebut, lampu suar yang difasilitasi Cirebon Power belum ada di wilayah manapun, terutama di sekitar perairan Cirebon. Tak heran, dia pun mengklaim lampu suar ini sebagai yang terbaik.

Terdapat dua lampu yang dipasang pada setiap titik yang difasilitasi lampu suar, masing-masing berwarna hijau dan merah. Ada jarak di antara keduanya.

Untuk memanfaatkan lampu suar itu, nelayan cukup mengarahkan kapalnya, berada di tengah-tengah, antara lampu merah dan hijau.

"Jadi, nanti kita tinggal pilih jalur yang di tengah lampu itu," terang Carwita.

AYO BACA : Nelayan Diminta Hati-hati Melaut Saat Pancaroba

Baik Carwita dan Satoni menganggap, lampu suar itu bermanfaat dalam pekerjaan mereka. Ucapan terima kasih pun dilayangkan kepada Cirebon Power.

Sementara, Direktur Corporate Affairs Cirebon Power, Teguh Haryono menerangkan, bantuan lampu suar sebagai tindak lanjut usulan nelayan kepada perusahaan.

"Nelayan mengaku sering salah arah ketika hendak pulang menuju daratan. Dengan lampu suar ini nelayan jadi hemat waktu karena tak harus mutar-mutar cari arah yang tepat," tuturnya.

Pembangunan lampu suar sendiri, lanjutnya, tak butuh waktu lama. Hanya, proses penentuan lokasi dan lampu yang tepatlah yang cukup memakan waktu.

Lampu yang dipilih diketahui menggunakan tenaga surya sehingga diklaim minim perawatan dan biaya.

Sejauh ini, pihaknya akan mengamati sejauhmana manfaat yang dihasilkan dari lampu suar itu. Jika manfatnya sesuai kebutuhan nelayan, pihaknya berjanji akan mencoba memfasilitasi di wilayah lain.

"Kami lihat dulu, kalau benar bermanfaat, akan coba fasilitasi juga di wilayah lain," janjinya.
 

AYO BACA : Nelayan Cirebon Temukan Hiu Paus Mati dalam Jaringnya


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar