Yamaha Mio S

Upah Buruh Garmen di Jabar Tinggi, Dinilai Susahkan Usaha

  Kamis, 24 Oktober 2019   Nur Khansa Ranawati
Ketua Asosiasi Perusahaan Garmen Korea Selatan di Indonesia, Ahn Chang Sub. (Ayobandung.com/Nur Khansa Ranawati)

BANDUNG, AYOCIREBON.COM -- Ketua Asosiasi Perusahaan Garmen Korea Selatan di Indonesia, Ahn Chang Sub mengeluhkan tingginya upah buruh garmen di Jawa Barat. Upah buruh yang terus naik membuat pihaknya kesulitan untuk melangsungkan usaha.

"Sekarang di Jabar ada 250 perusahaan garmen dengan 350 ribu karyawan. Kesulitannya upah sejak tujuh tahun lalu sampai sekarang sudah naik sampai 3,5 kali lipatnya. Sekarang upah buruh sudah Rp4 jutaan, sehingga tingkat kompetisinya berkurang," ungkap Ahn pada acara CEO & Ambassador Breakfast Meeting di Hotel Hilton Bandung, Kamis (24/10/2019).

Dirinya mengaku telah mengikuti rapat dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jabar soal penetapan besaran UMP 2020 dan hal tersebut membuatnya 'galau'. Pasalnya, relokasi industri ke daerah lain seperti Majalengka yang notabene memiliki upah lebih murah dinilai bukan solusi.

"Bisa ke Majalengka yang murah, tapi ada kesulitan. Pindah ke provinsi lain juga bukan solusi karena buruh di Jabar skill-nya paling bagus. Mereka (buruh Jabar) juga tidak mau dipindahkan ke Jawa Tengah," ungkapnya. Sementara, jumlah buruh di Majalengka dinilai tidak cukup banyak untuk menghidupi industri garmen.

Menanggapi hal ini, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengatakan hal tersebut merupakan dilema. Salah satu hal yang akan diupayakan adalah membuat kluster industri berdasarkan kategori industri dan besaran upah. Selain itu, dirinya juga mengusulkan relokasi industri ke kawasan Segitiga Rebana.

"Solusi Jabar adalah bikin klaster kapital intensif untuk yang mahal-mahal. Jadi Karawang enggak cocok untuk tekstil. Nanti upahnya yang ada di zona paling bawah kita geser, pasti ada pergeseran. Adil itu susah, sementara ini baru itu solusinya," ungkapnya ketika ditemui dalam kesempatan yang sama.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->