Yamaha Mio S

Inovasi Hingga Strategi Digital Marketing, Syarat Tambah Nilai UMKM

  Kamis, 31 Oktober 2019   Erika Lia
Regional Head JNE Jawa Barat, Murah Lestari saat acara 'Kopiwriting JNE' dengan program talkshow dan diskusi bertema Digitalisasi Dorong UMKM Lokal Tembus Pasar Internasional di Kota Cirebon. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) disarankan tak henti berinovasi. Strategi digital marketing pun penting mengiringinya.

Pimpinan Cabang JNE Cirebon, Syahrilruddin menyebutkan, sedikitnya 40% pengiriman JNE Cirebon merupakan seller UMKM. Produk yang dikirim paling banyak berupa pakaian seperti gamis dan jilbab, produk kecantikan, elektronik, serta mainan anak-anak.

"Pengiriman di JNE mencapai 10.000-15.000/hari ke seluruh wilayah Indonesia," katanya kepada Ayocirebon.com seusai acara 'Kopiwriting JNE' dengan program talkshow dan diskusi bertema Digitalisasi Dorong UMKM Lokal Tembus Pasar Internasional di Olive Bistro, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Rabu (30/10/2019).

Dia mengakui, pengiriman domestik masih mendominasi hingga kini. Pengiriman barang ke luar negeri sejauh ini masih berada di kisaran nol persen.

JNE di Cirebon sendiri memiliki 335 titik jaringan. Pihaknya mengapresiasi pertumbuhan UMKM di Kota Cirebon yang trennya menunjukkan peningkatan.

Menurutnya, inovasi harus terus dilakukan para pelaku UMKM, baik dalam kualitas produk maupun pengemasan. Inovasi semacam itu diperlukan guna dapat bersaing di era 4.0.

Selain itu, strategi digital marketing pula harus terus dikenalkan dan diimplementasikan. Hal itu agar memberi value added (nilai lebih) dalam produknya.

"Dengan begitu, produk UMKM dapat dipasarkan ke seluruh nusantara, bahkan luar negeri," cetusnya.

Untuk mendukung pengiriman produk UMKM, JNE kini tengah menarget pembangunan pergudangan (warehouse). Di atas tanah seluas 500-600 m2 di Desa Ciperna, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, warehouse itu rencananya diperuntukkan sebagai gudang penyimpanan barang-barang milik seller se-Wilayah Cirebon.

"Seller bisa menitipkan barang-barangnya di sini (warehouse). Nanti akan dibuat rak-rak khusus di dalam warehouse itu, seluruh barang diberi kode sesuai jenisnya," ungkapnya.

Dia menjamin, seluruh barang bisa dititipkan di warehouse tersebut. Kecuali, imbuhnya, barang-barang berbahaya dan yang dilarang pemerintah.

Deputy Manager dan Marketing JNE Cirebon, Firman Ramadhan menambahkan, keistimewaan dari keberadaan warehouse ini adalah soal pengemasannya.

"Seller UMKM tidak perlu pusing mengemas barang-barang karena kami yang akan melakukannya," beber Firman.

Dalam kesempatan yang sama, Regional Head JNE Jawa Barat, Murah Lestari menyatakan, ekonomi digital telah berdampak pada bisnis logistik.

"Proses pindah barang dari satu tempat ke tempat lain membutuhkan cost logistic yang efisien dan tepat waktu," paparnya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->