Yamaha
/

Pantai Plentong, Kisah Kebangkitan Dusun yang Hilang di Indramayu

  Jumat, 01 November 2019   Erika Lia
Dinilai berhasil membangun desanya melalui penataan Pantai Plentong, Kepala Desa Ujung Gebang, Kusnato (kanan) beroleh penghargaan dari Pemkab Indramayu melalui Plt Bupati, Taufik Hidayat.

INDRAMAYU, AYOCIREBON.COM -- Pantai Plentong belakangan menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Indramayu. Diberi nama dari sebuah dusun yang hilang.

Sebagai tujuan wisata, Pantai Plentong belumlah seterkenal Pantai Karangsong. Namun, di balik kondisinya saat ini, terselip kisah perjuangan warga desa setempat yang 'menghidupkan' kembali nama Plentong.

Kepala Desa Ujung Gebang, Kusnato mengungkapkan, Plentong dahulu merupakan nama salah satu dusun di desa tersebut. Posisi Desa Ujung Gebang yang berada di pesisir pantai membuat kawasan ini kerap dihantui abrasi.

Puncaknya, pada sekitar 1990, Dusun Plentong tenggelam akibat abrasi. Warga dusun bersangkutan pun terpaksa memulai kehidupan barunya masing-masing di dusun lain yang ada di desa itu.

Apresiasi warga terhadap pantai pun rendah. Mereka bahkan menjadikan pantai layaknya tempat sampah.

"Pantai jadi kotor sampai tak ada yang mau datang ke sana," katanya.

Dia pun mengaku miris dengan kondisi tersebut. Bersama warga desa yang lain, mereka berusaha menata pantai di desa tersebut, salah satunya melalui aksi yang disebut Gerakan Ujung Gebang Bersih (GUB) pada 2016.

Tak hanya gerakan kebersihan, secara bergotong royong warga setempat juga menanam puluhan ribu batang tanaman mangrove. Tujuannya tak lain meminimalisir ancaman abrasi.

Upaya penataan itu pun membuahkan hasil. Pantai yang bersih mengundang ketertarikan tak sedikit orang untuk mendatanginya, baik warga desa setempat maupun warga luar desa tersebut.

Mengamati atensi khalayak, lanjutnya, Pemerintah Desa Ujung Gebang melalui pemuda desa setempat yang diwadahi BUMDES Maju pun mengelola pantai itu sebagai objek wisata. Selanjutnya, kawasan pantai tersebut diberi nama sama seperti dusun yang hilang sehingga dikenal sebagai Pantai Plentong.

"Kami juga tambahkan beberapa wahana permainan di sekitarnya, jadi bukan cuma sebagai objek wisata alam," tuturnya.

Perubahan Pantai Plentong mengundang kepedulian PT Pembangkit Jawa Bali Unit Bisnis Jasa Operasi dan Maintenance (PJB UBJOM) di Kecamatan Sukra.

Pengelola PLTU Sumuradem itu pun memberikan dana corporate social responsibilty (CSR) demi optimalisasi penataan dan pengelolaan Pantai Plentong.

Tak berhenti sampai di situ, melibatkan warga setempat, ditata pula akses jalan ke desa tersebut sebagai dukungan terhadap Pantai Plentong.

Saat ini, sedikitnya 500 orang mengunjungi objek wisata ini setiap harinya. Jumlah itu berlipat hingga sekitar 5.000 orang per hari kala libur lebaran tiba.

Pada gilirannya, perekonomian warga desa setempat pun tergerakkan. Tak sedikit warga yang membuka warung-warung kuliner sepanjang Pantai Plentong.

"Ada sekitar 54 warung," ujarnya.

Selain mengelola Pantai Plentong, BUMDES Maju melakukan pembinaan terhadap warga untuk memproduksi jajanan olahan, seperti jamur krispi, siwang, keripik sukun, keripik pisang, dan lainnya.

Tak hanya mendorong dari sisi produksi, mereka membantu pula dari sisi pengemasan produk agar menarik, hingga memfasilitasi pengurusan PIRT dan sertifikat halal produk milik warga.

"BUMDES Maju juga memasarkan produk warga secara online supaya pemasarannya tambah luas," tambahnya.

Dengan segala usaha itu, Pemerintah Desa Ujung Gebang dan warganya diganjar penghargaan sebagai Juara Pertama Desa Terbaik Tingkat Kabupaten Indramayu Tahun 2019.

Pemerintah Kabupaten Indramayu menghadiahi Pemerintah Desa Ujung Gebang uang Rp100 juta. Rencananya, uang itu akan dimanfaatkan untuk membangun desa dan peningkatan aparatur desa.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar