Yamaha Mio S

Upaya Kreatif Desa Palir Cegah Buang Sampah ke Sungai

  Selasa, 05 November 2019   Erika Lia
Warga menonton ikan berenang di saluran irigasi di Desa Palir yang disulap menjadi kolam ikan. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

TENGAHTANI, AYOCIREBON.COM -- Saluran irigasi di Blok Kulon, Desa Palir, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon, belakangan menjadi buah bibir. Selokan yang biasanya dipenuhi sampah itu kini menjadi tempat hidup puluhan ekor ikan nila.

Dipayungi atap dari halte/shelter yang dibangun di tepiannya, saluran irigasi berisi aliran Sungai Cipager itu menarik ketertarikan masyarakat sekitar maupun pelintas. Mengamati ikan berenang menjadi aktivitas baru warga setempat, khususnya anak-anak.

"Dulunya di situ (saluran irigasi) isinya sampah, sampai salurannya dangkal. Ya tapi dimana-mana, di daerah mana saja, rata-rata semua selokan isinya sampah," ungkap Kuwu (Kepala Desa) Palir, Durakman kepada Ayocirebon.com, Selasa (5/11/2019).

AYO BACA: Unik, Kontes Mobil Plat Merah di Indramayu

AYO BACA: Memorial Kolam Ikan Pulobaru Utara

Berawal dari keprihatinan untuk kebersihan lingkungannya, pihaknya kemudian menyulap saluran tersebut sebagai kolam ikan bervolume 69,29 m3.

Durakman menyebut, sebelum dijadikan kolam ikan, pihaknya membersihkan saluran irigasi itu dari sampah maupun endapan lumpur.

"Ada sekitar 70 cm pendangkalan di saluran irigasi itu," ujarnya.

Langkah selanjutnya, pihaknya membenahi senderan saluran yang sudah ada menjadi lebih baik.

Untuk mendukung misi keberadaan kolam ikan, dibangunlah halte dengan tempat duduk panjang dari semen yang dilengkapi atap.

Kemudian, sedikitnya dua kuintal ikan nila berusia rata-rata dua bulan, dilepaskan ke dalam kolam yang berada di depan rumah warga setempat.

kolam-ikan-palir1

Warga menonton ikan berenang di saluran irigasi di Desa Palir yang disulap menjadi kolam ikan. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

Keseluruhan proses itu memakan waktu sekitar satu bulan. Dalam prosesnya sendiri, Durakman mengakui, sebagian warga bertanya-tanya ihwal pekerjaan yang dilakukan pemerintah desa setempat.

"Awalnya sih dianggap aneh, banyak warga bertanya-tanya 'Pak Kuwu lagi bikin apa?'," tuturnya.

Seiring waktu, ketika kolam ikan dengan fasilitas pendukungnya telah berdiri, warga pun menunjukkan antusiasmenya.

Saat ini, kolam ikan tersebut menjadi tanggungjawab karang taruna dan warga desa setempat. Selain kebersihan kolam, ikan-ikan itu pun harus dipelihara dengan memberinya makan.

"Kalau sudah besar ikannya, belum tahu akan diapakan. Ya, tapi bisa saja dijual," seloroh Durakman seraya tertawa.

Aliran Sungai Cipager di desa itu sendiri, selain dimanfaatkan untuk pengairan areal pertanian, juga untuk mencuci hasil pertanian.

Di bagian lain yang lebih rendah dari kolam ikan, warga tampak memanfaatkan aliran air sungai itu untuk mencuci buah bengkoang yang menjadi salah satu hasil pertanian Desa Palir.

AYO BACA: Mengulik Sisi Unik Balai Kota Cirebon yang Ikonik

AYO BACA: Unik, Seniman Ini Melukis dengan Telapak Tangan

Keberadaan ikan di dalamnya diharap membuat masyarakat enggan membuang sampah ke saluran air manapun, termasuk sungai.

Pihaknya bahkan berencana menambah jumlah kolam ikan sejenis di beberapa titik saluran irigasi sepanjang desa itu.

Pada gilirannya, imbuh dia, masyarakat akan menyadari kebersihan desa menjadi hal penting untuk diupayakan di lingkungan tempatnya tinggal.

"Kami harap, dengan adanya ikan yang hidup di saluran irigasi ini, warga jadi berpikir dua kali untuk membuang sampah sembarangan. Semoga nanti berkembang kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan desa," tandasnya.

AYO BACA: Tradisi Lempar Uang di Situs Watu Tameng

AYO BACA: Kisah Kebangkitan Dusun yang Hilang di Indramayu


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->