Yamaha Mio S

Kelasnya Rusak, Siswa SDN Sukamelang III Dihantui Ketakutan

  Kamis, 07 November 2019   Erika Lia
Kondisi ruang kelas SDN Sukamelang III Kabupaten Indramayu yang menebar ketakutan siswa maupun guru. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

INDRAMAYU, AYOCIREBON.COM -- Para siswa kelas tiga SDN Sukamelang III di Desa Sukamelang, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, merindukan suasana belajar yang nyaman dan menenangkan. Kelas yang rusak telah mencemaskan mereka.

Selama kegiatan belajar mengajar berlangsung, ketakutan kerap menghantui. Plafon atap yang rusak ditakutkan jatuh dan menimpa semua yang ada di bawahnya.

Saat ini saja, pecahan plafon tak jarang berjatuhan. Perlahan namun pasti, kerusakan itu menjadi semakin besar dan ancamannya semakin nyata.

Plafon yang berlubang menampakkan rangka kayu ruangan kelas. Sesuatu yang tak sedap dipandang.

Terlebih, dengan atap asbes yang digunakan, ruangan kelas menjadi terasa panas hingga membuat siapapun kegerahan. Di musim kemarau seperti sekarang, terbayanglah rasanya belajar di bawah suhu panas yang menyebabkan suasana belajar tak nyaman.

"Jadi takut (kejatuhan plafon)," ungkap seorang siswa, Dani, Kamis (7/11/2019).

Kengerian atas kondisi ruang kelas itu pula dirasakan para tenaga pengajar. Salah seorang guru, Darnisem menuturkan, kerapkali dihinggapi ketakutan plafon akan jatuh dan menimpa siswa.

"Takut sih ada, apalagi (plafon) sering jatuh kalau sedang belajar," ujarnya.

Namun, dia meyakinkan, sejauh ini keamanan kelas masih terjaga. Hanya, seiring waktu, kecemasannya berlipat mengingat musim hujan akan segera tiba.

Hujan yang disertai angin kencanglah yang paling memungkinkan kondisi itu menjadi lebih buruk.

Kerusakan ruang kelas juga ditampakkan pada bagian dinding yang retak di sejumlah titik. Kaca jendela yang pecah di beberapa bagian seolah menggenapkan alasan kelas itu harus segera diperbaiki.

Secara keseluruhan, sedikitnya tiga ruang kelas membutuhkan perbaikan, masing-masing kelas satu, kelas tiga, dan kelas empat.

Seolah belum cukup, ancaman tak hanya mengintai siswa di tiga kelas tersebut karena siswa kelas dua nyatanya memanfaatkan ruang kelas satu secara bergantian. Dengan kata lain, jumlah siswa yang terancam kondisi kelas rusak bertambah.

Mewakili sekolahnya, Darnisem pun mengharapkan perbaikan segera dilakukan. Sejauh ini, dia menerangkan, sekolahnya telah didata sebagai sekolah yang akan diperbaiki tahun ini.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->