Yamaha

Tips Redakan Sedih dan Marah

  Senin, 11 November 2019   Nur Khansa Ranawati
Ilustrasi. (unsplash.com)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Saat diri merasakan emosi negatif yang meluap--seperti sedih, marah atau kecewa, kerapkali otak terasa 'berkabut' sehingga kesulitan berpikir jernih.

Perasaan tersebut bahkan dapat bercokol dalam waktu yang cukup lama hingga berpotensi mengurangi kualitas hidup sehari-hari, bahkan berdampak pada kesehatan tubuh.

Untuk meregulasinya, psikolog klinis asal Amerika Serikat, Leon F. Seltzer telah merumuskan sejumlah hal yang dapat dilakukan seseorang agar emosi negatif tersebut tidak 'menyabotase' kualitas hidup sebagaimana dilansir dari Psychology Today, Senin (11/11/2019).

1. Bernafas dan bersantai

Otot-otot dan tubuh Anda mengencang ketika ada pihak yang "menyerang" Anda dan memancing reaksi kemarahan. Pernapasan Anda relatif menjadi lebih cepat dan pendek, jantung berdebar. Segera setelah Anda menyadari muncul sesuatu hal negatif tersebut, ambilah nafas dalam-dalam dan lambat. Bisa dibarengi dengan mengucap kata "tenang" atau "sabar" pada diri sendiri.

"Coba juga untuk memvisualisasikan pemandangan yang menenangkan seperti berbaring di pantai. Ajak indera Anda yang lain untuk berperan, seperti membayangkan aroma asin air laut, memegang butiran pasir halus, atau mendengar deburan ombak," ungkap pria yang juga menulis buku Paradoxical Strategies in Psychotherapy : A Comprehensive Overview Guidebook ini.

Semakin Anda mampu berimajinasi di situasi yang tidak menyenangkan, hal tersebut dinilai akan membantu Anda dengan lebih positif memahami situasi yang sebelumnya memancing rasa marah, tidak berdaya atau sedih tersebut.

2. Carilah nilai positifnya

Anda dapat meredakan gejolak emosi yang negatif apabila pikiran Anda dialihkan dari pengalaman ketidakadilan, ketakutan, sakit hati atau kekecewaan yang tengah dialami ke dalam pelajaran yang dapat diambil dari hal tersebut. Leon menyebutkan bahwa mengeksplorasi hal yang dapat dipelajari dari sebuah pengalaman adalah hal penting. Selain dapat mengalihkan emosi negatif Anda, juga dapat memberi wawasan mengenai hal yang berguna untuk Anda di masa yang akan datang.

3. Alihkan fokus dari diri sendiri

Ketika Anda merasa kesal dan kecewa, fokus pikiran Anda cenderung terpusat pada diri sendiri. Fokus terhadap hal yang mengecewakan, terhadap bertapa diri Anda merasa terluka, dan sebagainya. Leon mengatakan, menggeser perhatian Anda pada masalah atau penderitaan orang lain dapat berguna dalam mengurangi emosi negatif yang menghantui.

Misalnya, dengan berupaya mengikuti aksi sukarela membantu korban bencana, melakukan kegiatan-kegiatan sosial, atau sesederhana menjadi pendengar yang baik bagi teman Anda yang butuh 'curhat'.

"Hal ini hampir selalu bisa membantu Anda merasa lebih baik, dan inilah alasan mengapa banyak orang yang depresi merasa terbantu ketika mereka menyibukkan diri di kegiatan-kegiatan sukarela," jelasnya.

4. Turunkan tensi Anda dengan berolahraga

Berolahraga dapat menurunkan ketegangan dalam diri Anda dan meningkatkan produksi hormon yang memicu rasa bahagia. Leon mengatakan, setidaknya ada tiga hal yang bisa didapat dari berolahraga, yakni mengalihkan pikiran Anda yang tengah terjebak emosi negatif, membantu pelepasan endorfin yang dapat menimbulkan rasa bahagia, serta secara fisik membantu Anda melampiaskan energi 'beracun' yang disebabkan oleh stres.

"Jika Anda berolahraga dengan teman terpercaya, kemungkinan suasana hati Anda menjadi membaik akan lebih besar," jelasnya.

5. Hadapi rasa sedih, berpikir dengan realistis

Untuk menyembuhkan rasa sedih dan kesal yang Anda rasakan, ada kalanya Anda harus 'mengkonfrontasi' dan mempertanyakan rasa tersebut. Misalnya, apabila Anda merasa kesal karena Anda tidak jenius secara akademis, tanyakan pada diri sendiri apakah hal tersebut serta-merta membuat Anda tidak pintar? Anda seringkali tidak perlu menjadi jenius atau sangat pintar ketika menyelesaikan persoalan kehidupan sehari-hari.

"Ketika perasaan tersebut muncul, Anda perlu mencari cara yang efektif untuk mematahkannya, untuk meyakinkan diri bahwa masih banyak fakta dan bukti yang menunjukan Anda lebih baik dari hal yang Anda pikirkan--yang menyebabkan Anda meragukan kemampuan diri sendiri," ungkapnya.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->