Yamaha

Anaknya Ditahan Polisi, Ini Pesan Bupati Majalengka kepada ASN

  Senin, 18 November 2019   Erika Lia
Putra kedua Bupati Majalengka sekaligus Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Majalengka, Irfan Nur Alam ditahan setelah diduga melepaskan tembakan hingga melukasi seorang kontraktor.

MAJALENGKA, AYOCIREBON.COM -- Setelah putra keduanya ditahan, Bupati Majalengka, Karna Sobahi meminta semua aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Majalengka fokus bekerja.

Putra kedua Karna, Irfan Nur Alam, yang juga Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Majalengka, ditahan di rutan Mapolres Majalengka setelah diduga melepaskan tembakan yang mengenai seorang kontraktor, Panji Pamungkasandi. Dia ditahan sejak Sabtu (16/10/2019) dini hari.

Karna meminta seluruh ASN, termasuk pejabat, tak terpengaruh kejadian yang menimpa Irfan. Mereka diingatkannya tetap fokus melayani masyarakat dan bekerja sebagaimana tupoksi masing-masing.

"Kepada para pejabat atau ASN diminta tetap fokus melayani masyarakat, bekerja sesuai tupoksi, dan tak terpengaruh kejadian ini," katanya, Senin (18/11/2019).

Karna tak menampik kejadian yang menimpa sang anak telah menghebohkan publik. Dia meyakinkan, tak seorang ayah pun, termasuk dirinya, menghendaki peristiwa menghebohkan itu menimpa anak-anaknya.

Sejak kasus ini mencuat, pihaknya telah menyerahkan penanganannya kepada kepolisian. Dia memastikan, tak akan melakukan apapun yang melawan hukum.

"Penanganannya saya serahkan kepada kepolisian yang berwenang. Sebagai warga negara yang baik saya harus taat hukum, menghormati, dan menghargai hukum, saya tak akan melawan hukum karena saya tak punya kekuatan untuk itu," ungkapnya.

Dia mengklaim bukti ketaatan Irfan dan dirinya sebagai sang ayah berupa sikap kooperatif mereka dalam pemeriksaan, sampai kemudian penetapan sebagai tersangka dan ditahan. 

Karna sendiri mengaku, pernah menjenguk sang anak saya di tahanan Mapolres Majalengka. Sejauh ini, imbuhnya Irfan tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

"Ia (Irfan) legowo dan sabar menerima kenyataan ini. Ia hanya menyarankan kepada saya fokus melayani masyarakat sebagaimana tugas sebagai seorang kepala daerah," tutur Karna yang menjabat Bupati Majalengka selama periode 2019-2023.

Karna pun memaknai peristiwa yang menimpa Irfan dan keluarga sebagai ujian, sekaligus peringatan agar dirinya dan keluarga memperbaiki diri hingga meningkatkan ibadahnya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar