Yamaha

Ayo Media Network Bangun Strategi Keuangan di Era Digital

  Rabu, 20 November 2019   Nur Khansa Ranawati
Jajaran direksi dan para pegawai Ayo Media Network saat melangsungkan rapat kerja dan gathering di Garut, Jawa Barat, Senin (18/11/2019). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

GARUT, AYOCIREBON.COM -- Perusahaan media multiplatorm PT. Ayo Media Network menggelar gathering berkala yang dihadiri oleh seluruh karyawan serta jajaran pimpinan dan komisaris di Kamojang Green Hotel & Resort Garut, Senin (18/11/2019). Gathering bertajuk Develop Financial Strategy in Digital Era tersebut berlangsung selama dua hari hingga Selasa (19/11/2019).

Salah satu bahasan yang digarisbawahi adalah soal perancangan strategi finansial bisnis media di era digital. CEO PT Ayo Media Network, Hilman Hidayat mengatakan, pada 2020 diproyeksikan perekonomian Indonesia secara umum akan melesu.

Salah satu imbas dari kondisi tersebut adalah kemungkinan besaran belanja iklan para klien yang menurun. Bila tidak diantisipasi, hal ini dapat menimbulkan krisis keuangan bagi para perusahaan termasuk media.

AYO BACA : Ayo Media Network Manjakan Karyawan dengan Program Kembung

Sehingga, media perlu merumuskan strategi keuangan yang efektif agar dapat bertahan.

"Perusahaan dapat selamat dari krisis bila memiliki perangkat sektor keuangan yang canggih dan bisa melakukan hedging (lindung nilai) money agar bisa survive dan tidak melakukan PHK," ungkapnya. Dirinya juga menekankan pentingnya pengembangan kualitas SDM perusahaan agar dapat terus melesat di tahun digital.

Di samping merumuskan strategi finansial, agar sebuah perusahaan media dapat berkembang di era digital, diperlukan pula terobosan di sisi konten. Direktur Produksi dan Pemberitaan PT Ayo Media Network, Rahim Asyik mengatakan, pada 2 tahun mendatang akan muncul pergeseran pola konsumsi media di kalangan masyarakat.

AYO BACA : Ekspansi Bisnis, Ayo Media Network Luncurkan Ayojakarta.com dan Ayosurabaya.com

Hal tersebut salah satunya merupakan konsekuensi dari berkembangnya teknologi informasi termasuk jaringan 5G.

"Ketika 5G merajai pasar hal tersebut akan mendorong lahirnya konten-konten lain, terutama audio visual," ungkapnya.

Oleh karena itu, dia mengatakan, pengembangan konten berformat audio visual perlu terus menjadi perhatian.

"Kolaborasi dengan berbagai platform media dan menguatkan peran IT tanpa melupakan kualitas konten juga perlu dilakukan," ungkapnya.

Selain sesi pemaparan materi dan evaluasi tiap divisi, gathering pertama di 2019 ini juga disertai sesi team building dan kegiatan rekreasi bagi seluruh anggota perusahaan. Seluruh rangakaian acara gathering terselenggara atas dukungan penuh bank bjb.

AYO BACA : Cek Fakta, Jurus Ayo Media Network Perangi Hoaks


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->