Yamaha

Sebulan Jadi Pasien ODJG, Roby Sugara Tatap Harapan Baru

  Senin, 25 November 2019   Erika Lia
Roby Sugara, salah seorang pasien pasca rawat ODGJ asal Kota Cirebon yang kembali pulang setelah dirawat sebulan di RSMM, Bogor. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Sebulan menjalani perawatan sebagai pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Bogor, Roby Sugara bersiap menjalani kehidupan baru di kampung halamannya di Kampung Karangdawa, Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon.

Roby menjadi salah seorang dari 32 pasien ODGJ asal Kota Cirebon yang menjalani perawatan di RS Marzoeki Mahdi (RSMM), Bogor.

Selama satu bulan mereka rutin menjalani terapi dan berkegiatan di sana, mulai dari senam pagi, beribadah seperti salat dan pengajian, membaca buku di perpustakaan, sampai bersantai dengan berkaraoke.

Roby telah menjadi ODGJ sejak sekitar 2004. Menurut sang kakak, Taufik, Roby pernah berhadapan dengan preman hingga kepalanya dipukul.

"Kepalanya dipukul, dari situ kejiwaannya terganggu," katanya saat ditemui Ayocirebon.com seusai serah terima pasien ODGJ Kota Cirebon pasca rawat di RSMM Bogor, Senin (25/11/2019), di Gedung DPRD Kota Cirebon.

Sesekali, menurut sang kakak, Roby hanya berdiam diri. Namun, tak jarang dia pun sempat mengamuk.

AYO BACA : Anggapan Keliru Tentang Gangguan Jiwa

Sebelum menjalani perawatan di RSMM, Roby beroleh pengobatan dari puskesmas dan Rumah Sakit Daerah Gunung Jati, Kota Cirebon.

Meski dalam pengobatan pasien ODGJ, selama ini Roby tetap bekerja membantu kakaknya di toko aksesoris. Namun, ketika kondisi kejiwaannya tengah terganggu, Roby terpaksa diliburkan.

Roby rupanya memiliki bakat terpendam. Taufik memberitahu, sang adik cukup mahir melukis. "Dia (Roby) juga sebenarnya bisa melukis," cetus Taufik.

Selama beroleh perawatan di RSMM, Roby mengaku memiliki aktivitas yang lebih terencana. "Setiap pagi ada senam, saya ikut," ungkap Roby.

Pasca sebulan dirawat di RSMM, Roby mengaku merasa lebih baik. Dia merasa siap menjalani kehidupannya kembali.

Meski belum memiliki rencana jangka panjang, Roby memastikan untuk lebih dulu mengikuti nasihat dokter agar minum obat teratur.

AYO BACA : Pemerintah Jabar Bakal Batasi Penggunaan Gawai di Sekolah

"Dokter nyuruh tetap minum obat, harus saya ikuti," janjinya, sebelum kemudian berlalu mengikuti kakak-kakaknya yang datang menjemput ke Gedung DPRD untuk pulang ke rumah.

Pengalaman seru selama dirawat di RSMM dialami pasien pasca rawat ODGJ asal Kota Cirebon lainnya. Mihati (27), asal Karyabakti, Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kesambi, mengaku paling senang kala bisa berkaraoke menyanyikan lagu dari penyanyi favoritnya.

"Karaoke nyanyi lagu Zaskia Gotik, Siti Badriah. Subuh saya salat subuh, kemudian senam, kadang baca buku di perpustakaan," tuturnya.

Promotor kesehatan jiwa RSMM, Iyep Yudiana mengingatkan, para pasien pasca rawat ODGJ harus rutin meminum obat dan berkonsultasi dengan dokter pada puskesmas maupun rumah sakit setempat.

"Tak lupa, pihak keluarga juga harus menjalin komunikasi hangat dengan pasien pasca rawat ODGJ," paparnya.

Selain itu, dia meminta pihak keluarga untuk membiarkan pasien pasca rawat ODGJ beraktivitas. Aktivitas yang dilakukan harus disesuaikan dengan kondisi pasien dan dilakukan bertahap.

Kepulangan ke-32 pasien pasca rawat ODGJ ke Kota Cirebon, dipastikan Iyep, atas seizin psikiater masing-masing pada RSMM.

"Mereka (ke-32 pasien pasca rawat ODGJ) itu, sebagian besar dikatakan pulih terkontrol. Fungsi fisik seperti bisa jalan, fungsi sosial seperti bersalaman dan bertegur sapa, mereka bisa lakukan," tuturnya.

Selama di RSMM sendiri, pasien pasca rawat ODGJ memang diberikan aktivitas harian, selain pemeriksaan kesehatan kejiwaan secara rutin.

AYO BACA : Sempat Dipasung, 25 Penderita Gangguan Jiwa di Kabupaten Cirebon Beroleh Perawatan Medis


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar