Yamaha

Bukan Masyarakat atau RS, Jokowi Sebut Masalah BPJS di Institusi

  Jumat, 29 November 2019   Ananda Muhammad Firdaus
Petugas melayani warga di Kantor Pelayanan BPJS Kesehatan. (Antara)

SUBANG, AYOCIREBON.COM -- Presiden Joko Widodo menyebut masalah yang muncul dalam kasus BPJS bukan terletak pada rumah sakit maupun masyarakat pemegang kartu, melainkan pada insitutsi BPJS itu sendiri.

Presiden Joko Widodo setelah inspeksi mendadak layanan BPJS dan berlanjut meninjau proyek pengembangan Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jumat (29/11/2019), mengatakan bahwa yang paling penting dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan BPJS Kesehatan adalah dengan memperbaiki BPJS itu sendiri.

“Kalau BPJS yang memang harus diselesaikan 'kan di BPJS-nya bukan di rumah sakitnya, bukan di pemegang BPJS-nya. Di institusi BPJS-nya bagaimana agar defisit bisa dikendalikan,” kata Presiden.

Menurut Presiden, BPJS harus mampu mengendalikan defisit, terutama mengingat pemerintah sudah mengeluarkan anggaran yang besar.

Presiden Jokowi mengatakan bahwa dalam sidak layanan BPJS di instalasi perawatan kelas 3, yakni Ruang Asoka RSUD Subang hampir 90% pasien yang ditemui menggunakan Kartu Indonesia Sehat.

Dari jumlah tersebut, kata Kepala Negara, sekitar 70% merupakan masyarakat penerima bantuan iuran (PBI), dan 20% sisanya merupakan peserta mandiri.

"Sama seperti yang di Lampung, kurang lebih angkanya hampir-hampir sama. Artinya apa? Artinya memang masyarakat memanfaatkan kartu BPJS itu dalam rangka pelayanan kesehatan yang diberikan di rumah sakit," kata Presiden.

Presiden menjelaskan sampai saat ini ada sebanyak 133 juta orang dicakup asuransi BPJS secara gratis.

"Ada 133 juta orang yang dicover oleh pemerintah dari kartu BPJS yang gratis, 96 juta orang oleh pemerintah pusat dan sisanya itu pemerintah daerah. Gede banget (besar sekali) ini. Jadi kenaikan BPJS itu yang 133 juta itu artinya dicover oleh APBN dan APBD. Itu yang harus menjadi catatan," katanya menambahkan.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->