Yamaha

Ahli Forensik Wajah Unpad Ikut Teliti Temuan Tengkorak di Indramayu

  Selasa, 03 Desember 2019   Erika Lia
ilustrasi. (Pixabay)

INDRAMAYU, AYOCIREBON.COM -- Temuan kerangka badan di Jalan Wiralodra, Kelurahan Lemahabang, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, pada awal Oktober 2019 diketahui berjenis kelamin perempuan dengan rentang usia 30-40 tahun. Muncul spekulasi statusnya sebagai seorang wanita ningrat yang pernah hidup di abad ke-16.

Jenis kelamin maupun rentang usia tengkorak itu diketahui setelah penelitian forensik wajah oleh tim dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran (Unpad).

"Fakultas Kedokteran Gigi Unpad dilibatkan guna meneliti gigi untuk forensik wajah tengkorak yang ditemukan di Jalan Wiralodra. Ahli forensik wajah dari Unpad, Drg Triyana menyatakan tengkorak itu berjenis kelamin perempuan dengan kisaran usia 30-40 tahun yang hidup di abad ke-16," beber Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Indramayu, Dedy S Musashi kepada Ayocirebon.com, Selasa (3/12/2019).

Keterlibatan Unpad dalam hal ini, sebutnya, mengingat hanya universitas itulah yang memiliki ahli forensik wajah.

AYO BACA : Seonggok Tengkorak Dekat Makam Raden Wirapati Bakal Diteliti

Meski sudah diketahui jenis kelamin dan kisaran usia, penelitian masih dilakukan. Hanya, tengkorak dan kerangka manusia yang ditemukan itu kini telah dikuburkan atas permintaan pemilik lahan di TPU setempat.

"Tengkorak yang jadi bahan penelitian merupakan duplikasi dan datanya sudah direkam, sehingga yang asli bisa dimakamkan," cetusnya.

Meski belum diketahui secara keseluruhan identitasnya, Dedy memprediksi, kerangka tersebut dahulu merupakan perempuan ningrat.

Prediksi itu muncul mengingat lokasi temuannya yang berada dalam satu kompleks dengan makam Bupati Bengawan Cimanuk Sabrang Wetan Raden Wirapati atau Bupati Kedua Indramayu.

AYO BACA : Menengok Bukit Mercury Sayang Kaak Nan Elok

Namun, prediksi itu masih memerlukan penguat dari rekonstruksi baju yang dikenakannya masa itu. Sayang, hingga kini belum ditemukan bekas pakaian yang dikenakan 'perempuan' itu selama hidupnya.

"Yang ditemukan serpihan kayu dan logam yang diduga senjata seperti mata tombak," tuturnya.

Penelitian yang masih dilakukan sendiri di antaranya meliputi penyebab kematian 'perempuan' tersebut.

Dedy menjelaskan, penelitian terhadap kerangka itu penting karena merupakan kerangka manusia pertama yang ditemukan di Indramayu.

"Apalagi ada senjata yang turut ditemukan. Selain itu, lokasinya pun menarik karena hanya berjarak sekitar 20 meter dari makam Raden Wirapati (Wiralodra) atau Bupati Kedua Indramayu," paparnya.

Bila penelitian kelak berhasil mengungkap identitas kerangka manusia tersebut, Dedy meyakini, hasil penelitiannya akan bermanfaat dalam sejarah Indramayu.

AYO BACA : Disebut-sebut Kuno, Objek di Alun-alun Kejaksan Bakal Diteliti


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->